Kamis, 29/02/2024 - 01:35 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Polisi Ungkap Kronologi Warga Asal Subang Tersambar Petir di Stadion Siliwangi

ADVERTISEMENTS

Polrestabes Bandung mengungkapkan kondisi cuaca sebelum seorang pria yang diketahui Septian Raharja tengah bermain sepakbola di Stadion Siliwangi tersambar petir, Sabtu (10/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

 BANDUNG — Polrestabes Bandung mengungkapkan kondisi cuaca sebelum seorang pria yang diketahui Septian Raharja tengah bermain sepakbola di Stadion Siliwangi tersambar petir, Sabtu (10/2/2024). Korban mengalami sejumlah luka bakar dan dinyatakan meninggal dunia.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Rekaman yang memperlihatkan pria tersebut tengah bermain sepakbola di Stadion Siliwangi dan tersambar petir tersebar di sejumlah media sosial. Diketahui kondisi cuaca di sekitar Stadion Siliwangi mendung.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono mengatakan peristiwa seorang pria yang tersambar petir di Stadion Siliwangi, Kota Bandung terjadi Sabtu (10/2/2024). Korban diketahui bernama Septian Raharja warga asal Kabupaten Subang.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional
Berita Lainnya:
Jasad Bayi Perempuan DItemukan di Tumpukan Sampah, DIduga Usianya Baru 1 Hari

“Ada kejadian terjadi tersambar petir korban di Stadion Siliwangi Kota Bandung, identitas korban itu Septian Raharja itu korban dari Subang,” ucap dia di Lapangan Tegallega Bandung, Senin (12/2/2024).

ADVERTISEMENTS

Ia mengatakan korban bersama timnya sedang melakukan pertandingan persahabatan melawan tim lain asal Kota Bandung. Namun, tiba-tiba korban tersambar petir.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

“Cuaca tidak lagi hujan, tiba-tiba petir menyambar korban. Pada pukul 16.45 WIB korban dibawa ke rumah sakit Sariningsih, ada luka bakar di dada, paha atas dan tungkai,” kata dia.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Kemenhub Kucurkan Rp 15 Miliar untuk Terminal Leuwipanjang

Budi mengatakan pihaknya sudah meminta sejumlah keterangan dari banyak saksi mulai dari teman korban, pengelola stadion. Keluarga korban tidak ingin korban diautopsi.

Ia mengatakan berdasarkan hasil keterangan saksi penyebab korban meninggal karena faktor alam.

Salah seorang saksi berinisial GJ mengatakan kondisi cuaca mendung. Namun, di beberapa area sudah terjadi hujan.

“Cuaca agak mendung, awal main panas, tapi di selatan sama timur kelihatan hujan, makanya kita berani main,” kata dia.

Ia mengatakan tidak lama muncul suara petir yang menyambar penangkal petir hingga menyambar korban. Korban pun langsung tergeletak.

“Kirain anak-anak tiarap, terus nggak bangun-bangun, langsung dikasih pertolongan dulu dan telepon ambulans,” kata dia.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi