Kamis, 29/02/2024 - 02:02 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIPERTANIAN

Ternyata, Ini Penyebab Beras Langka di Pasar Ritel Modern

ADVERTISEMENTS

Warga antre membeli beras saat kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (2/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

 JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengakui adanya kelangkaan beras di gerai ritel modern di sejumlah daerah. Kondisi ini, kata Roy, karena peritel mulai kesulitan mendapatkan suplai beras medium SPHP Bulog maupun beras premium lokal.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Roy menambahkan, kondisi ini ditambah dengan melonjaknya harga beras dari produsen yang membuat peritel enggan memasok dan menjual rugi. Hal ini mengacu aturan tidak boleh menjual barang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

“Beberapa peritel yang kenyataannya kosong memang karena tidak tersuplai dengan lancar yang SPHP. Kemudian yang komersial harganya naik dan di ritel kalau harganya naik kan kita tidak mungkin jual rugi,” ujar Roy saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin (12/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional
Berita Lainnya:
Bawang Hingga Beras Penyebab Utama Inflasi Januari Capai 0,04 Persen

Oleh karena itu, Aprindo berharap pemerintah dapat menengahi agar harga jual beras di produsen tidak terlalu tinggi. “Jadi kita berharap pemerintah ada sebagai wasit di tengah untuk bisa atur produsen supaya jangan terlalu tinggi harganya sehingga kita jual rugi,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS

Ia menyampaikan, kondisi ini juga yang membuat peritel tidak memasok beras komersial, selain karena keterbatasan suplai di pasaran.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

“Beberapa peritel kemarin yang tidak bisa buka PO ke beras komersial karena harganya tinggi semua. Itu yang membuat kita jual rugi nantinya,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Ini Saran Mendag untuk Warga Supaya Harga Beras Premium Turun

Sementara itu, terdapat ketentuan ritel untuk menjual beras mengacu harga HET. Hal ini juga sebelumnya yang diharapkan Aprindo agar ada relaksasi HET menyikapi kondisi saat ini untuk jangka waktu tertentu.

“Oleh karenanya rilisnya kita kemarin itu (minta) direlaksasikan sampai periode tertentu kalau memang tidak ada titik temu. Itu yang membuat beras langka, kalau jalankan HET kan jual rugi. Komersialnya Rp 16 ribu (per kg), misalnya jualnya Rp 15.500 kan jual rugi. Itu bagi peritel tidak bisa masuk di dalam stoknya kalau jual rugi,” ujarnya.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi