Rabu, 22/05/2024 - 00:53 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Teleskop Luar Angkasa James Webb Melacak Sejarah Galaksi Tepat Setelah Big Bang

Wolf–Lundmark–Melotte seperti yang terlihat oleh Teleskop Luar Angkasa Spitzer (kiri) pemandangan galaksi yang lebih baik yang terlihat oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb (kanan).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

 JAKARTA — Para astronom telah menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) untuk memetakan sejarah bintang-bintang di galaksi kerdil bermassa rendah yang menyerupai galaksi-galaksi yang mengisi alam semesta awal. Penelitian ini dapat membantu lebih memahami bagaimana laju pembentukan bintang telah berubah selama 13 miliar tahun terakhir sejak waktu dimulai. 

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Dilansir Space, Selasa (13/2/2024), tim tersebut, dipimpin oleh astronom Rutgers University-New Brunswick, Kristen McQuinn, memperbesar galaksi Wolf-Lundmark-Melotte (WLM) dengan JWST untuk mendapatkan gambaran paling akurat dari alam terisolasi di kosmos ini. 

Berita Lainnya:
Kanada Bersiap Hadapi Musim Kebakaran Hutan Terburuk

Sebagai tetangga Bima Sakti, WLM berada di tepi kelompok lokal galaksi kita yang berjarak sekitar tiga juta tahun cahaya. Ia aktif membentuk bintang-bintang, dan juga menampung bintang-bintang kuno yang diyakini terbentuk sekitar 13 miliar tahun yang lalu, hanya sekitar 800 juta tahun setelah Big Bang terjadi. 

Karena galaksi-galaksi bermassa rendah seperti ini diperkirakan mendominasi alam semesta awal, galaksi-galaksi ini merupakan representasi yang sangat baik bagi para peneliti seperti McQuinn yang ingin mempelajari laju pembentukan bintang awal. 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Dengan melihat secara mendalam dan melihat dengan jelas, kita mampu, secara efektif, kembali ke masa lalu,” kata McQuinn. “Pada dasarnya Anda melakukan semacam penggalian arkeologi untuk menemukan bintang-bintang bermassa sangat rendah yang terbentuk pada awal sejarah alam semesta.” 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Bakteri di Stasiun Luar Angkasa Internasional Terpantau Bermutasi

Kekuatan pengamatan JWST akhirnya memungkinkan para astronom untuk memperbesar galaksi-galaksi redup ini dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. 

Galaksi-galaksi bermassa rendah seperti WLM berbentuk samar dan tersebar luas di langit, merupakan mayoritas galaksi di kelompok lokal Bima Sakti. Namun, WLM memiliki posisi istimewa dalam kelompok lokal yang berbentuk halter, karena keberadaannya di tepi kumpulan ini telah membuatnya tetap terisolasi dan mencegah pengaruh gravitasi galaksi lain merusak populasi bintangnya. 

ADVERTISEMENTS

Ditambah fakta bahwa sistem ini….

ADVERTISEMENTS

 

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi