Rabu, 24/04/2024 - 16:06 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Oposisi Putin Yakin Navalny Dibunuh

ADVERTISEMENTS

MOSKOW — Kematian oposisi terkuat Presiden Rusia Vladimir Putin, dipenjara menimbulkan kecurigaan. Pendukung Alexei Navalny yakin kritikus vokal Pemerintah Rusia itu dibunuh.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Pihak berwenang Rusia mengatakan Navalny tiba-tiba pingsan setelah berjalan-jalan di penjara tempat ia menjalani hukuman seumur hidupnya. Kemudian ia meninggal dunia setelah upaya untuk memulihkan kesadarannya gagal.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Bila (berita kematian Navalny) benar, maka Navalny tidak meninggal, tapi ‘Putin membunuh Navalny,” kata kepala staf Navalny, Leonid Volkov, Sabtu (17/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Pemimpin negara-negara Barat termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yakin Navalny dibunuh. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan reaksi pemimpin Barat atas kematian Navalny tidak bisa diterima dan “benar-benar absurd.”  

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Rusia Tuduh Ukraina Sering Tembak Fasilitas dan Staf Medis

Juru bicara Navalny, Kira Yarmaysh mengatakan gerakan dan tujuan Navalny akan terus hidup. “Kami yakin kami akan menang akhirnya, Rusia negara kami, milik kami dan harus kembali ke kami,” katanya.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Pengacara Navalny dalam perjalanan menuju penjara di mana Navalny akan tetap menjalani hukumannya sampai ia di atas 70 tahun. Navalny mendapat penghormatan dari oposisi-oposisi pemerintah Rusia karena pulang ke Rusia dengan sukarela pada tahun 2021 setelah menjalani pemulihan di Jerman atas diracuni dengan racun saraf.

Saat itu Navalny mengatakan ia diracun di Siberia pada Agustus 2020. Kremlin membantah mencoba membunuhnya dan tidak ada bukti ia diracun dengan racun saraf.

Berita Lainnya:
Doa Syaikh Sudais saat Jadi Imam Shalat Tahajjud di malam 27 Ramadhan: Ya Allah Menangkan Palestina!

Oposisi Pemerintah Rusia lainnya, Grigory Yavlinsky mengatakan kematian Navalny menunjukkan kebutuhan reformasi. Ia juga menggemakan kekhawatiran tokoh-tokoh oposisi lainnya yang mencemaskan kesehatan aktivis-aktivis di penjara.

Di bawah pengawasan polisi, orang-orang meletakan karangan bunga di monumen yang memperingati para korban represi politik Uni Soviet di dekat bekas kantor pusat KGB. “Alexei Navalny, kami akan mengenang anda,” tulis salah satu catatan.

Jaksa Rusia memperingatkan rakyat untuk tidak ikut pertemuan massal di Moskow. Pendukung Navalny berencana menggelar pertemuan untuk menghormati oposisi itu di London, Paris, Oslo, Roma, Brussels, Berlin, Jenewa, Praha, Yerevan, Tbilisi dan Vilnius.

 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi