Selasa, 21/05/2024 - 22:46 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Kisah yang Menimpa Nabi Isa Ini Kisahkan Betapa Serakahnya Bangsa Yahudi  

JAKARTA – Keserakahan bangsa Yahudi tidak hanya muncul belakangan ini, bahkan pada masa Nabi Isa pun sudah tampak karakter buruk mereka. 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Dilansir dari buku Sa’atan Sa’atan (Semua Ada Saatnya) yang ditulis Syekh Mahmud Al-Mishri diterjemahkan Ustaz Abdul Somad diterbitkan Pustaka Al-Kautsar, Wahab bin Munabbih seorang tabi’in dan ahli dalam bidang sejarah, bercerita tentang perjalanan Nabi Isa Alaihissalam dengan seorang Yahudi yang serakah terhadap harta dunia.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Suatu ketika di masa lalu, Nabi Isa Alaihissalam pergi berkeliling, ia ditemani seorang Yahudi. Di tangan orang Yahudi itu ada dua roti, sementara pada Nabi Isa ada satu roti.

Nabi Isa berkata kepada orang Yahudi, “Kita makan bersama?” Orang Yahudi itu menjawab, “Ya.” 

 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Akan tetapi, ketika orang Yahudi itu mengetahui bahwa Nabi Isa hanya memiliki satu roti, ia pun menyesal. Ketika Nabi Isa pergi berdoa, orang Yahudi itu memakan satu roti yang ada padanya. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Ketika Nabi Isa tiba, mereka sama-sama mengeluarkan makanan (roti). Nabi Isa berkata kepada orang Yahudi itu, “Dimanakah satu roti lagi?” Orang Yahudi itu menjawab, “Hanya ada satu roti.” 

Nabi Isa memakan satu roti dan orang Yahudi itu memakan satu roti. Kemudian mereka pergi.

ADVERTISEMENTS

Di perjalanan, mereka melewati sebatang pohon, Nabi Isa berkata kepada temannya yang orang Yahudi itu, “Bagaimana jika kita tidur di bawah pohon ini hingga pagi hari?” Orang Yahudi itu berkata, “Lakukanlah.” Mereka pun tidur di bawah pohon itu hingga pagi hari.

ADVERTISEMENTS

Menyembuhkan orang buta

Berita Lainnya:
Heboh Umat Islam di Kota Monfalcone Italia Dilarang Salat, Perjuangan Hindari Diskriminasi Aturan Pembatasan Ibadah

Pagi hari, Nabi Isa dan orang Yahudi itu melanjutkan perjalanan. Tidak lama kemudian, mereka bertemu dengan seorang yang buta. Nabi Isa berkata, “Bagaimana menurutmu jika aku menyembuhkanmu, Allah mengembalikan penglihatanmu, apakah engkau akan berterima kasih?” Orang buta itu menjawab, “Ya.”

Lalu, Nabi Isa mengusap mata orang buta itu dan berdoa kepada Allah, kemudian orang buta itu dapat melihat kembali. 

Nabi Isa berkata kepada orang Yahudi itu, “Demi Dia (Allah) yang telah memperlihatkan kepadamu, orang buta dapat melihat, apakah engkau memiliki satu roti?” Orang Yahudi menjawab, “Demi Tuhan, hanya ada satu roti.” Nabi Isa terdiam saja mendengar jawaban orang Yahudi itu.

Menghidupkan rusa yang mati

Setelah mereka melanjutkan perjalanan, Nabi Isa dan orang Yahudi itu melewati seekor rusa. Kemudian Nabi Isa memanggil rusa itu, lalu menyembelihnya dan memakannya. 

Berita Lainnya:
Belajar Kesetiaan Rasulullah kepada Orang yang Berbuat Baik kepada Kita

Selanjutnya, Nabi Isa berkata kepada rusa itu, “Berdirilah dengan izin Allah wahai rusa.” Maka rusa itu pun hidup kembali dari kematiannya.

Orang Yahudi itu berkata, “Mahasuci Allah.” 

Nabi Isa berkata kepada orang Yahudi itu, “Demi Dia yang telah memperlihatkan mukjizat ini. Siapakah yang memakan roti ketiga itu?” Orang Yahudi itu menjawab, “Hanya ada satu roti.”

Orang Yahudi yang serakah

Kemudian Nabi Isa dan orang Yahudi itu melanjutkan perjalanan hingga mereka sampai di sebuah perkampungan. Tiba-tiba sampailah pada suatu tempat yang terdapat tiga batu besar terbuat dari emas. 

Nabi Isa berkata kepada orang Yahudi itu, “Satu (batu emas) untukku dan satu untukmu, yang satu lagi untuk orang yang punya roti ketiga.” 

Tiba-tiba, orang Yahudi itu berkata jujur, “Akulah yang punya roti ketiga itu. Aku memakannya ketika engkau (Nabi Isa) sedang berdoa.”

Nabi Isa menjawab, “Jika demikian, semua batu emas itu milikmu.” 

Nabi Isa pun meninggalkan orang Yahudi itu. Orang Yahudi yang tamak itu menetap di dekat batu emas itu, ia tidak sanggup membawanya karena batu emasnya terlalu besar. 

Binasa..

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi