Sabtu, 20/04/2024 - 17:42 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

PDIP: Pemilu 2024 Terburuk dalam Sejarah Demokrasi

ADVERTISEMENTS

PDIP-hasto-kristiyanto-rabu-2822024_375_211.webp” width=”640″/>BANDA ACEH  – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sepakat dengan penilaian para pakar bahwa Pemilu 2024 adalah pemilu terburuk dalam sejarah. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

 Pasalnya, pihaknya menemukan ada dugaan manipulasi data dalam sistem rekapitulasi suara (Sirekap) Pemilu 2024 milik KPU RI. 

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Dia pun mendesak KPU RI membuka data terkait Pemilu 2024 itu secara transparan. “Pemilu ini menurut para ahli adalah pemilu yang terburuk di dalam sejarah demokrasi kita, maka semua harus dibuka secara transparan. 

ADVERTISEMENTS

Kekuatan rakyat tidak boleh dimanipulasi demi kepentingan kekuasaan Politik,” ujar Hasto di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024). 

Berita Lainnya:
Heboh Pernyataan Mbah Benu Telepon Allah, KH Cholil Nafis: Saya Duga Dia Sedang Dialog dengan Jin

Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud itu menjelaskan bahwa menurut temuan Pakar Telematika Roy Suryo, KPU sengaja mematikan Sirekap untuk memasukkan data suara palsu paslon Pilpres 2024

 “Ada upaya secara sengaja untuk melakukan perubahan dengan mematikan Sirekap secara sengaja dan itu berlangsung sampai jam 7 malam dan kemudian diaktifkan suatu Sirekap versi baru,” bebernya. 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“Kemudian sangat dimungkinkan dilakukan berbagai bentuk manipulasi termasuk dengan menggunakan berbagai data C1. 

Kemudian juga berdasarkan analisis para pakar diragukan apakah itu C1 yang autentik yang berasal dari TPS atau hasil C1 yang dibuat dengan hasil skenario berbeda,” lanjut Hasto. 

Berita Lainnya:
135 KK Diungsikan Akibat Kebakaran Gudang Armed Kodam Jaya

Hasto mengatakan temuan para pakar itu akan dipelajari dan ditindaklanjuti oleh tim khusus TPN Ganjar-Mahfud sebagai bahan investigasi. 

Pihaknya juga mendukung Sirekap diaudit secara forensik, audit investigatif maupun audit meta data C1. “Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat yang menyimpan C1 pada saat perhitungan di TPS selesai dilakukan. Itulah yang nanti akan jadi pembanding dalam audit meta data C1,” jelas dia

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi