Rabu, 24/04/2024 - 16:33 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kabar dari Dalam Istana: Jokowi dan Prabowo Sudah Bersiap-siap Berpisah

ADVERTISEMENTS

BANDA ACEH – Pegiat media sosial Denny Siregar mengungkapkan kabar dari dalam Istana bahwa Presiden Joko WIdodo (Jokowi) dan capres nomor urut dua Prabowo Subianto sudah bersiap-siap untuk berpisah.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Pasalnya, kata Denny Siregar, tujuan besar yang ingin dicapai keduanya di Pemilu 2024 sudah terwujud dengan menangnya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka melihat hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Dan kabar dari dalam istana memang kedua tokoh ini Jokowi dan Prabowo sudah bersiap-siap untuk melepaskan diri, karena tujuan besar mereka sudah tercapai yaitu menjadikan Prabowo sebagai presiden,” ucapnya.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Meskipun demikian, Denny merasa Jokowi dan Prabowo sebenarnya saling ketakutan.

ADVERTISEMENTS

“Meski dari luar tampaknya baik-baik saja tetapi di dalam sebenarnya tidak, ada ketakutan dari masing-masing mereka bahwa partnernya akan mencurangi,” imbuhnya.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil
Berita Lainnya:
Hotman Klaim Prabowo-Gibran De Facto Menang 12-0

Sementara itu, peneliti senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Firman Noor menilai menilai Prabowo Subianto ingin membangun kekuatan penyeimbang untuk membendung pengaruh politik dari luar, termasuk Presiden Jokowi terkait seringnya bertemu Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

”Ada tendensi Prabowo sedang membangun balance of power (keseimbangan kekuasaan) di dalam kubu pengusungnya. Hal itu penting supaya dia benar-benar bisa menjadi leader (pemimpin) ketimbang hanya pelaksana keinginan Jokowi,” kata Firman, Minggu (25/2), dikutip dari Kompas TV.

Untuk diketahui, Prabowo Subianto telah menemui SBY sebanyak dua kali dalam sepekan terakhir. Pertama pada 17 Februari 2024 di Museum dan Galeri SBY-Ani Yudhoyono di Pacitan, dan terbaru di kediaman SBY, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu, Sabtu (24/2).

Berita Lainnya:
Partai Gurem PSI Sebut Orang Jakarta Enggak Butuh Anies, Usung Kaesang Jadi Cagub DKI

Firman mengatakan pengaruh Jokowi tidak hanya dalam mewujudkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres, namun juga terkait dengan keberadaan parpol pengusung paslon nomor urut dua itu yang juga merupakan bagian dari koalisi pemerintah.

Demokrat menjadi parpol terakhir yang bergabung dalam pemerintah dengan masuknya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN).

Prabowo dinilai lebih mudah mendekati Demokrat yang menjadi oposisi selama hampir dua periode, dan juga pengaruh Jokowi lebih kuat pada parpol-parpol lain di dalam pemerintah seperti Golkar dan PAN.

“Prabowo sebagai orang yang (akan) berkuasa harus punya kaki di mana-mana, sehingga dia akan muncul sebagai kekuatan politik utama dan punya bargaining position,” kata Firman.

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi