Rabu, 24/04/2024 - 17:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Orang Asing Datang Warga Baduy Rentan Pelecehan Seksual

ADVERTISEMENTS

BANDA ACEH – Maraknya pelecehan seksual di ruang publik mendorong sejumlah dosen Kriminologi Universitas Budi Luhur (UBL) melakukan upaya pencegahan.Para Kriminolog, Fany R Hakim dan Shinta Julianti mengadakan lokakarya (Psikoedukasi) Pencegahan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual (PSEA) di Kampung Keduketug, Badui Luar, Desa Kanekes, Leuwidamar, Banten beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Puluhan warga Baduy baik lelaki maupun perempuan serta perangkat desa setempat menjadi peserta pada kegiatan lokakarya itu.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Fany R Hakim dalam paparannya mengungkapkan, pilihan kegiatan di lingkungan masyarakat Baduy karena belakangan ini mereka sering kedatangan orang dari luar Baduy (asing). Kondisi tersebut memungkinkan mereka rentan mendapat perlakuan yang kurang tepat, misalnya pelecehan.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Viral lagi, Sebelum Suaminya jadi Tersangka Korupsi, Sandra Dewi Protes Harvey Moeis Sering Beramal Tak Masuk Akal, Akui Takut…

“Kenapa kita membuat lokakarya disini, karena untuk meningkatkan kesadaran melalui edukasi khususnya bagi perempuan Baduy agar tidak menjadi korban,” kata Fany, 28 Februari 2024.

ADVERTISEMENTS

Shinta Julianti menambahkan, fokus lokakarya adalah menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif melalui pemberdayaan perempuan Baduy dengan cara edukasi.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“Melalui cara ini mereka akan memiliki keberanian untuk melapor apabila mengalami pelecehan maupun kekerasan seksual,” ujarnya.

Kedua dosen tersebut memaparkan hal-hal teknis dengan bahasa sederhana sehingga masyarakat dapat menerima dan memahami.

Dengan pemahaman terhadap apa yang dijelaskan, diharapkan masyarakat Baduy tahu apabila suatu saat dirinya merupakan pelecehan.

Berita Lainnya:
Polsek Pesanggrahan Amankan Belasan Pelajar Konvoi Berkedok Bagi-Bagi Takjil

Para dosen juga memberi tips mudah untuk mengatasi ancaman pelecehan, misalnya keberaniannya untuk bicara.

“Jangan takut bicara dan melapor, karena pelecehan bukan kesalahan korban. Jika dibiarkan akan semakin buruk. Korban akan semakin banyak jika dibiarkan pelaku leluasa dan bebas,” ujarnya.

Berdasarkan temuan Koalisi Ruang Publik Aman yang dirilis November 2022 setidaknya ada 48,9% perempuan pernah mengalami pelecehan seksual di transportasi umum.

Sementara itu, Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) mencatat sebanyak 124 kasus pelecehan pada Januari-November 2022.***

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi