ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Guru Besar UGM Diteror Usai Petisi Kampus Menggugat, Prof Koentjoro: Saya Tidak Pernah Takut

Tak hanya diserang buzzer di media sosial, Koentjoro pun sempat dicari oleh orang tak dikenal yang datang ke Fakultas Psikologi UGM. Orang tak dikenal itu pun ditemui Juni Prianto, anggota Satuan Keamanan dan Keselamatan Kampus (SKKK) Fakultas Psikologi yang tengah bertugas hari itu. 

Menurut pengakuan Juni, pagi sekitar pukul 10.00 WIB, seseorang tak dikenal itu duduk di dekat kanopi sambil mengaji dengan keras. Karena dianggap mengganggu proses perkuliahan, Juni menghampiri orang itu. Orang tak dikenal itu pun menyampaikan niatnya untuk bertemu dengan Koentjoro. 

“Kalau saya gak turun gunung dan ketemu Pak Koen, ya negara ini rusak,” kata Juni kepada Tempo, menirukan ucapan orang tak dikenal itu, pada Selasa, 19 Maret 2024. 

Berita Lainnya:
Ketua PP Muhammadiyah: Beda Tanggal Lebaran Bukan Berarti Tak Taat ke Pemerintah

Kalau menurut SOP kami, kata Juni, ketemu dengan dosen atau pejabat itu harus konfirmasi dulu. “Waktu itu bapaknya ngaku dari Kalimantan. Dia naik bentor, orangnya tinggi tapi badannya tidak begitu besar. Ia pakai setelan rapi,” katanya.  

Setelah itu, menurut Koentjoro belum ada lagi orang yang mencari atau mendatanginya lagi. Ia pun tak terlalu ambil pusing dengan peristiwa-peristiwa teror yang ia alami. “Kalau rencana selanjutnya, saya wait and see. Saya hanya tak mau kegiatan ini berubah menjadi partisan,” ujar Koentjoro. 

Berita Lainnya:
Terbukti Bersalah, Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara Terkait Perkara Peredaran Narkotika di Rutan

Koentjoro menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin menyuarakan suara kampus. Ia pun masih merasa bahwa Jokowi tetap alumni UGM yang berarti masih satu keluarga dengan dirinya. “Saya masih sekandung di universitas ini dengan Pak Jokowi. Saya ingin dia tetap landing smoothly di akhir masa jabatannya,” kata dia. 

Ia pun menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki keinginan apa-apa. “Seorang guru besar adalah pemikir bangsa, guru besar adalah penjaga etika,” kata Koentjoro. 

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya