Selasa, 28/05/2024 - 11:55 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Droplet Berbakteri TBC Mampu Bertahan di Udara Berjam-jam, Pakai Masker Saat di Kerumunan

JAKARTA — Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyarankan warga mengenakan masker saat berada di tengah kerumunan untuk mencegah terkena tuberkulosis (TBC). Sampai saat ini, TBC masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Saat penderita TBC batuk atau bersin tanpa menutup mulut, bakteri akan tersebar ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet),” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati, dikutip Kamis (28/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Bakteri penyebab TBC, yakni mycobacterium tuberculosis, dapat menyebar melalui percikan dahak pasien saat batuk atau bersin tanpa menutup mulut. Bakteri ini mampu bertahan di udara selama berjam-jam pada ruangan yang lembap dan gelap sebelum akhirnya terhirup oleh orang lain.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

 

 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Oleh karena itu, demi mencegah penularan TBC, masyarakat disarankan mengenakan masker saat berada di kerumunan. Selain itu, biasakan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan menggunakan tisu, sapu tangan, atau dengan lengan atas bagian dalam.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Influencer Promosikan Suplemen Embel-Embel Sehat, Masyarakat Diimbau tak Langsung Percaya

Ani juga menganjurkan masyarakat untuk segera berkunjung ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala TBC, seperti batuk terus-menerus baik berdahak maupun tidak berdahak. Gejala lainnya, yakni demam dan meriang dalam jangka waktu yang panjang, sesak napas dan nyeri dada, dan berat badan menurun.

ADVERTISEMENTS

 

ADVERTISEMENTS

Waspadai juga jika batuk bercampur darah. Nafsu makan menurun dan berkeringat di malam hari meski tanpa melakukan kegiatan juga termasuk gejala TBC.

Sementara itu, dokter dari Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) DKI Jakarta dr. Dimas Dwi Saputro, Sp.A mengingatkan seseorang yang terpapar bakteri

penyebab Tuberkulosis (TBC) tak berarti langsung sakit esok harinya. TBC perlahan memengaruhi kesehatan penderitanya.

“Kalau TBC ketularan sekarang sakitnya bisa satu pekan lagi, satu bulan lagi, satu tahun lagi atau bahkan 10 tahun lagi sakitnya karena TBC itu pergerakannya senyap, pelan-pelan,” kata dia dalam seminar daring yang disiarkan laman Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis.

Berita Lainnya:
Lansia Kerap Kekurangan 8 Nutrisi Penting Ini, Apa Saja?

Data menunjukkan orang yang tinggal selama satu tahun dengan pasien TBC berisiko sekitar 50 persen tertular TBC dan dalam dua tahun akan sakit TBC. Menurut Dimas, sebenarnya ketika bakteri penyebab TBC masuk ke saluran napas seseorang, maka akan dihalau oleh sistem imun.

Tetapi, sejumlah hal seperti polusi dan asap rokok serta rumah tangga dapat merusak benteng saluran napas dan memudahkan masuknya bakteri.

“Saat polusi masuk, saluran napas ada bentengnya yang sibuk menangkap polusi. Lalu masuklah kuman TB. Begitulah kira-kira kenapa polusi, asap rokok mempermudah masuknya kuman TBC,” kata Dimas.

sumber : Antara

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi