Selasa, 18/06/2024 - 18:44 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Warga Minta Pemda, TNI, Hingga Pengembang Sinarmas Tanggung Jawab

JAKARTA — Ledakan Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (30/3/2024) malam WIB, dampaknya sampai ke permukiman warga, termasuk Perumahan Visalia di Kota Wisata, Cibubur yang berjarak radius 200 meter dari pusat ledakan.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Selain membulkan kerusakan, juga masih ditemukan sejumlah granat dan selongsong mortir pascapenyisiran Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Kompi Zeni TNI AD. Ketua RW 051 Perumahan Visalia, Fendhi Munawan berharap, aparat melakukan sisir ulang untuk mencari bahan peledak lain yang mungkin tertinggal.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Baca: Mengenal Pangdam Jaya Mayjen M Hasan, Eks Pengawal Jokowi

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

“Kami mengharapkan penyisiran kembali di klaster kita tadi sudah dilakukan tim jihandak. Namun dalam beberapa waktu ke depan setelah tadi kami masuk pulang kami masih menemukan beberapa. Jadi artinya mungkin masih ada belum ketemu pada saat mereka menyisir,” kata Fendhi kepada awak media, di Kota Wisata Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (31/3/2024).

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Selain itu, kata Fendhi, warga juga menuntut pemulihan dari segi materi. Sejauh ini, tercatat sebanyak 33 kepala keluarga (KK) yang sudah menyampaikan kerusakan rumah mereka kepada apara terkait.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh
Berita Lainnya:
Jude Bellingham Menangis Usai Juara Liga Champions: Ini Malam Terbaik dalam Hidup Saya

Bahkan tidak sedikit atap rumah warganya yang bolong dan tembus ke plafon akibat kejatuhan selongsong mortir serta beberapa tembok mereka mengalami keretakan. Parahnya lagi, ia menduga, ada beberapa yang pondasi terdampak sehingga sangat membahayakan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Baca: TNI AU Gunakan Super Hercules Kirim Bantuan untuk Rakyat Gaza

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

“Kami mengharapkan bisa bertemu dengan pihak TNI karena warga sudah mulai menanyai saya gimana ini Pak RW rumah saya dalam keadaan kondisi kayak gini semua retak-retak pecah,” ucap Fendhi.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Selanjutnya, Fendhi juga meminta pemerintah daerah (pemda), TNI, atau Sinarmas selaku pengembang klaster Visalia untuk tanggung jawab, dengan memberikan program treatment kepada keluarga penghuni. Sebab insiden ledakan hebat tersebut menimbulkan trauma mendalam terhadap warganya, khususnya anak-anak.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Dia berharap, dengan adanya program trauma healing maka dapat membuat warganya kembali nyaman tinggal di rumahnya. “Setelah buka puasa setelah Maghrib anak-anak mereka, istri semua mereka nangis,” ucap Fendhi.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

“Karena ledakannya sangat keras rumah kita itu kacanya semuanya bergetar jadi plafon turun semua kaca pecah jadi itu yang mengakibatkan anak-anak nangis histeris dan kemudian trauma mereka bahkan sampai saat ini takut,” ucap Fendhi menambahkan.

Berita Lainnya:
SDUT Bumi Kartini Jepara Pertahankan Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series

Baca: Panglima Ganti Kabais TNI serta Pangdam Kasuari dan Sriwijaya

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut sekitar 65 ton amunisi yang meledak menimbulkan kebakaran hebat terdiri berbagai macam ukuran. Beruntung dalam peristiwa ledakan yang diikuti kebakaran gudang amunisi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Tidak ada, jadi memang tertutup rapat di-bunker. Memang antisipasi meledak itu sudah kita antisipasi mangkanya kita buatnya di-bunker, bawaj tanah dan dipakai tanggul sehingga aman kalau meledak,” kata Agus.

Selain itu sebagai antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan maka bunker penyimpanan amunisi yang sudah kedaluwarsa tersebut tidak mendapatkan aliran listrik. Namun memang amunisi tersebut sangat sensitif dan labil. Sehingga jika terkena gesekan atau panas dapat memicu ledakan.

“Di dalam penggudangan itu tidak ada listrik. Jadi, memang steril, tidak ada kelistrikan, tidak ada karena itu memang sangat sensitif,” terang eks KSAD tersebut.

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا الكهف [34] Listen
And he had fruit, so he said to his companion while he was conversing with him, "I am greater than you in wealth and mightier in [numbers of] men." Al-Kahf ( The Cave ) [34] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi