Senin, 27/05/2024 - 22:59 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

AMERIKAINTERNASIONAL

Tim Kampanye Biden Tuduh Trump Percikkan Kekerasan Politik 

WASHINGTON — Tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menuduh mantan Presiden Donald Trump memicu kekerasan politik setelah Trump membagikan video yang memperlihatkan foto Biden diikat dan ditarik dengan truk pickup. Video itu Trump bagikan di media sosialnya Truth Social pada Jumat (29/3/2024) lalu.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Dalam video itu terlihat sebuah mobil SUV dan truk pickup yang membawa bendera besar yang mendukung Trump dan penegak hukum. Foto Biden diikat di bagian belakang truk. “Donald Trump amat sangat nyaman dengan kekerasan ketika ia berpikir hal itu menguntungkannya. Pada faktanya ia mendukungnya. Sederhananya, kampanyenya tentang dirinya sendiri. Ini tentang balas dendam, tentara retribusi,” kata direktur komunikasi kampanye Biden, Michael Tyler, Selasa (2/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

“Kekerasan politik sudah menjadi dan terus menjadi pusat dari gaya politik Trump,” tambahnya. Bahasa-bahasa kasar bukan hal baru bagi Trump yang secara terbuka menyerukan agar musuh politiknya dipenjara, menangguhkan konstitusi, dan menyarankan jenderal tertinggi AS dieksekusi.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak
Berita Lainnya:
Anggota DPR AS Minta Biden Dipecat karena Tahan Bantuan Militer Israel

Trump terus melontarkan pernyataan-pernyataan menghasut dan rasialis sejak maju kembali dalam pemilihan presiden pada November 2022 lalu. Retorikanya dalam kampanye juga semakin keras, menimbulkan kekhawatiran ia mengabaikan norma demokrasi untuk mengincar lawan politiknya.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Dalam jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos Biden unggul satu persen dibandingkan Trump. Dalam jajak pendapat yang digelar selama satu pekan ini sekitar 39 persen pemilih terdaftar mengatakan bila pemungutan suara digelar hari ini mereka akan memilih Biden yang merupakan kandidat Partai Demokrat. Sementara 38 persen mengatakan akan memilih Trump.

Berita Lainnya:
Biden Umumkan Pengiriman Bantuan Pertama Melalui Dermaga di Gaza

Awal bulan ini, Trump mengatakan akan terjadi “pertumpahan darah” jika dia tidak memenangkan pemilihan presiden pada bulan November. Pernyataan yang mendapat reaksi keras dari Biden sendiri.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Pada Desember, Trump mengatakan para migran “meracuni darah” Amerika dan pada bulan November, ia menggunakan kata “hama” untuk menggambarkan saingan politiknya. Pernyataan ini memicu kecaman luas, termasuk dari Biden, yang menyamakan komentarnya dengan “bahasa yang Anda dengar di Nazi Jerman.”

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Pada Jumat lalu juru bicara Trump membela retorika Trump. Ia justru merujuk pernyataan Biden pada 2018, di mana presiden itu berkata, “Jika kita masih di sekolah menengah, saya akan membawa Trump ke gym dan menghajarnya habis-habisan.”

ADVERTISEMENTS

sumber : Reuters

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi