Kamis, 18/07/2024 - 14:42 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Niat Puasa Syawal dan Cara Melaksanakannya, Apakah Harus Berturut-turut? 

JAKARTA — Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Syawal setelah selesai bulan Ramadhan. Puasa ini biasa dilakukan selama enam hari berturut-turut atau bisa juga dilakukan secara terpisah pada bulan Syawal. 

Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan, umat Islam kini sudah memasuki bulan Syawal. Setelah merayakan Idul Fitri pada 1 Syawal, amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan umat Islam adalah puasa Syawal selama enam hari.

Ibadah puasa sunnah ini akan dibalas dengan pahala yang sangat besar. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَام dan الدَّهْرِ

 

Artinya “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun” (HR Muslim).

Puasa Syawal 1445 H bisa mulai dilaksanakan setelah hari pertama Idul Fitri, yakni pada 2 Syawal 1445 H yang tahun ini jatuh pada Kamis (11/4/2024) besok. Karena, umat Islam dilarang untuk berpuasa sunnah pada 1 Syawal. 

Berita Lainnya:
Memasuki Muharram, Ini Niat Puasa Tasu'a dan Asyura Berikut Dalil dan Sejarahnya

Untuk menjalankan ibadah puasa Syawal, umat Islam mengetahui niatnya terlebih dahulu. Niat puasa Syawal ini bisa dibaca pada malam harinya, yakni pada Rabu (10/4/2024) malam atau Kamis (11/4/2024) dini hari sebelum waktu imsak.

Berikut Niat Puasa Syawal: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala

Artinya: “Saya berniat puasa sunah Syawal besok hari karena Allah SWT.”

Karena ini puasa sunnah, maka jika lupa niat pada malam hari boleh niat pada siang harinya. Berikut adalah niat puasa Syawal jika dibaca di siang hari,

Berita Lainnya:
Baca Surat Al-Ikhlas 50 Kali Hari Jumat, Ini Cara dan Manfaatnya Menurut Imam Ghazali

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adai sunnatis syawali lillahi ta’ala

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta’ala.” 

Lalu bagaimana cara melaksanakan puasa sunah enam hari ini? Apakah harus berturut-turut?

Idealnya puasa sunnah Syawal enam hari itu dilakukan secara berurutan, yakni pada 2-7 Syawal 1445 H. Tetapi, orang yang berpuasa di luar tanggal itu, meskipun tidak berturut-turut tetap mendapat keutamaan puasa Syawal, yakni seperti berpuasa wajib setahun penuh.

Bahkan orang yang mengqadha puasa atau menunaikan nadzar puasanya di bulan Syawal tetap mendapat keutamaan seperti mereka yang melakukan puasa sunnah Syawal.

 

 

 

 

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا الكهف [79] Listen
As for the ship, it belonged to poor people working at sea. So I intended to cause defect in it as there was after them a king who seized every [good] ship by force. Al-Kahf ( The Cave ) [79] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi