Rabu, 29/05/2024 - 07:09 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Fisikawan Peter Higgs Meninggal Dunia pada Usia 94 Tahun

Fisikawan terkenal Peter Higgs, yang memproyeksikan keberadaan partikel Higgs boson yang kemudian dikenal sebagai partikel Tuhan, telah meninggal dunia pada usia 94 tahun akibat kelainan darah.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

JAKARTA — Fisikawan terkenal Peter Higgs telah meninggal dunia pada usia 94 tahun akibat kelainan darah. Ia merupakan ilmuwan yang memproyeksikan keberadaan partikel Higgs boson yang kemudian dikenal sebagai ‘partikel Tuhan’.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Higgs, yang menerima Penghargaan Nobel pada 2013 atas karyanya, meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam bidang fisika.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Higgs pertama kali mengusulkan gagasan ini pada awal tahun 1960-an sebagai upaya untuk menjelaskan mengapa atom memiliki massa. Namun, penelitiannya tidak langsung mendapat perhatian dalam jurnal ilmiah.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Asteroid Jatuh di Atas Berlin, Berputar dengan Kecepatan Supercepat

Namun, karyanya diterbitkan pada 1964, yang akhirnya membuka jalan bagi perkembangan teori yang revolusioner ini.

Gagasan ini memicu perlombaan selama lima puluh tahun untuk membuktikan keberadaan partikel Higgs boson. Pada 2012, para ilmuwan berhasil menemukan partikel Higgs boson berkat kerja keras fisikawan yang bekerja di Large Hadron Collider di CERN, Swiss. Meskipun percobaan memakan waktu empat tahun, penemuan ini mengkonfirmasi gagasan Higgs dan memberikan tambahan signifikan pada Model Standar fisika partikel.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Faktanya, para fisikawan teoretis kini berhipotesis tentang keberadaan hingga lima partikel Higgs boson yang mengisi medan Higgs. Mereka berharap penemuan ini bisa membantu dalam memahami materi gelap yang masih menjadi misteri. Meskipun Higgs telah tiada, warisan ilmiahnya tetap memberi inspirasi bagi generasi ilmuwan yang akan datang.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
BRIN pastikan penelitian menhir di Sumbar dilakukan pada 2024

Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, yang memberikan penghargaan Nobel, mengakui pentingnya penemuan Higgs menjelang upacara penghargaan pada 2013. “Bahkan ketika alam semesta tampak kosong, medan ini tetap ada. Tanpanya, kita tidak akan ada, karena melalui kontak dengan medan itulah partikel memperoleh massa,” tulis akademi itu, dilansir Engadget, Kamis (11/4/2024).

ADVERTISEMENTS

Higgs meninggalkan warisan yang abadi dalam dunia ilmu pengetahuan, sementara keluarga dan koleganya meratapi kehilangan fisikawan brilian ini. Higgs meninggalkan dua putra, Chris dan Jonny, serta dua cucu. Mantan istrinya, atau seorang profesor ahli linguistik, Jody meninggal dunia pada 2008. 

ADVERTISEMENTS

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi