Minggu, 26/05/2024 - 21:34 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

HIBURAN

Prilly Latuconsina Dikritik Setelah ‘Ketahuan’ Pakai Gas Melon 3 Kg, Ini Klarifikasinya

JAKARTA — Aktris Prilly Latuconsina dikritik oleh warganet saat mengunggah foto memasak menu Lebaran menggunakan gas melon 3 kilogram. Prilly juga dituduh sengaja menutupi gasnya dengan tas agar tidak terlihat menggunakan gas untuk warga miskin tersebut.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Gas melon jadi perbincangan hangat gara-gara diumpetin,” tulis akun @ekha***.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Jujur sama diri kalian sendiri. Yang gajinya udah 8 juta up gasnya yang ijo apa pink?,” tulis akun @haloni***.

“Padahal bukan Prilly aja yang kaya tapi pakai gas 3 kilo,” tulis akun @abella***.

 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Bukannya bebas diperjualbelikan ya ges ya,” tulis akun @zulfaz***.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Bilangnya nggak ngeuh tapi kenyataannya itu ditutupin,” tulis akun @brewok***. 

Banyak pro dan kontra mengenai penggunaan gas melon oleh Prilly. Meskipun demikian, ia tetap membuat klarifikasi di akun Instagram miliknya dan menjelaskan alasannya menggunakan gas melon tersebut. Prilly mengaku tidak sadar bahwa gas yang digunakan adalah gas melon. 

ADVERTISEMENTS

“Jujur aku gak sadar awalnya sampai diingatkan oleh kalian semua. Kemarin langsung nanya sama orang rumah dan ternyata tabung gas itu sebenarnya dipinjamkan sama tukang gas langganan aku karena stok gas yang biasa mba beli habis. Tidak ada niatan menyembunyikan atau apapun karena itu memang berada di belakang tas belanja. Aku pun gak ngeuh,” ujar Prilly dalam keterangan video yang diunggahnya.

ADVERTISEMENTS

Ia mengaku, ketika tukang gas langganannya sudah membawakan gas yang biasa dibelinya, gas melon tersebut langsung dikembalikan lagi. Lebih lanjut, ia juga menyadari bahwa gas melon tidak diperuntukkan bagi semua orang, ia juga mengucapkan terima kasih pada warganet yang menegurnya.

Berita Lainnya:
Soal Spoiler Bermunculan Jelang UTBK-SNBT, Bagaimana Kalau Belum Pernah Dipelajari?

“Terima kasih banyak pada kalian yang sudah mengingatkan (emoji love biru). Next time kalau gas yang biasa aku pakai habis lalu ingin dipinjamkan, aku sudah bilang mba lebih baik bersabar saja menunggu gas yang biasa kita pakai,” ujar Prilly.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, pembelian LPG 3 kg wajib menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) per 1 Januari 2024. Artinya, hanya masyarakat terdata saja yang boleh membeli gas subsidi tersebut. 

Merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) No 104 Tahun 2007 dan No 38 Tahun 2019, tabung gas LPG 3 kg hanya dimaksudkan untuk rumah tangga dan usaha mikro yang memanfaatkannya untuk memasak, serta bagi nelayan dan petani yang menjadi target sasaran. Saat ini, proses registrasi pengguna telah dimulai sejak 1 Maret 2023 melalui pangkalan resmi di seluruh wilayah Indonesia. Selama pendataan, tidak ada pembatasan pembelian LPG Tabung 3 kg. Para pembeli di Pangkalan hanya perlu membawa KTP dan/atau Kartu Keluarga. Apabila sudah terdata ke dalam sistem, maka pembeli hanya perlu membawa KTP untuk pembelian selanjutnya.

Berita Lainnya:
Terkenal Sebagai Orang Terkaya di Jepang, Tadashi Yanai Dukung Palestina Via Uniqlo

Jika ingin tetap menikmati subsidi LPG 3 kg, masyarakat diimbau untuk segera mendaftarkan diri. Caranya, cukup datang ke satu pangkalan LPG 3 kg dengan membawa KTP dan/atau Kartu Keluarga. Pendaftaran bisa dilakukan di pangkalan mana saja.

Mengutip MyPertamina, saat ini belum ada aturan apapun, sehingga setelah terdata, konsumen bisa melakukan pembelian di pangkalan manapun dengan menunjukkan KTP atau menyebutkan NIK. Masyarakat juga dapat mengecek status pendaftaran di alamat subsiditepat.mypertamina.id/LPG/CekNIK.

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi