Kamis, 23/05/2024 - 04:43 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIPERTANIAN

FAO: Pemuda Berperan Penting dalam Transformasi Agrifood System

Petani milenial, Edwin (36 tahun) memeriksa kondisi tanaman sayur hidroponik di Gubuk Hydro, Sleman, Yogyakarta, Rabu (6/12/2023).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

YOGYAKARTA — Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebutkan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam transformasi agrifood system di Indonesia.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Hal ini disampaikan oleh Asisten FAO- Perwakilan Program FAO Indonesia, Ageng Setiawan Herianto, di Yogyakarta, seperti dilansir ANTARA, belum lama ini.

“Peran pemuda akan bisa menjamin transformasi agrifood system ini berhasil atau tidak. Karenanya sekarang kami berusaha untuk mendukung pemerintah Indonesia untuk melakukan youth empowerment,” kata Ageng.

Berita Lainnya:
Bapanas Gelar Rakor Penyerapan Jagung di Bima

Dengan agrifood system, FAO tidak hanya berbicara soal produksi pertanian tapi juga berbicara perubahan nilai produksi pertanian itu sendiri.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

FAO akan membangun dua training center di Indonesia untuk pemuda. FAO akan membangun sejak dari on farm sampai membangun market. “Karena tanpa market, pemuda tidak akan tertarik,” ujarnya.

Ageng juga menambahkan ada sejumlah tantangan yang membuat pemuda sedikit berat menjadi seorang petani. Salah satunya adalah aset atau lahan.

ADVERTISEMENTS

“Anak muda tidak punya aset yang siap. Karena itu perlu difasilitasi agar bisa mengakses aset itu. Bagaimana ini bisa difasilitasi pemerintah, kebijakannya,” kata dia.

ADVERTISEMENTS

Kemudian setelah difasilitasi soal lahan, berikutnya adalah diberikan akses pasar.

Berita Lainnya:
Luhut: Oversupply EV China Sebabkan Tesla Tunda Masuk Indonesia

Karena tidak bisa petani pemula mencari pasar, maka harus dibantu dulu. Hal itu yang akan mempercepat anak muda mau masuk ke pertanian.

Ageng berharap anak muda mau masuk ke pertanian. “Pertanian itu keren, jangan membayangkan pertanian itu kotor, jangan membayangkan pertanian itu hanya orang yang pakai caping, jangan begitu,” ujarnya.

 

 

 

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi