Sabtu, 25/05/2024 - 11:59 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Dosen UMM Tekankan Pentingnya Pendidikan Anti-Korupsi

Tersangka kasus korupsi dihadirkan KPK di hadapan media. Ilustrasi. Dosen PPKn di UMM menekankan pentingnya pendidikan anti korupsi dalam kurikulum.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

 SURABAYA — Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nurul Zuriah menekankan pentingnya pendidikan anti-korupsi dalam muatan kurikulum. Pendidikan anti-korupsi diyakininya bakal membantu mewujudkan Indonesia bebas korupsi.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Melalui pendidikan anti-korupsi, dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami akar permasalahan korupsi, mengenali tindakan-tindakan yang melanggar integritas, dan mengembangkan kesadaran akan pentingnya etika dan transparansi dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nurul, Jumat (19/4/2024).

Nurul juga meyakini, pendidikan anti-korupsi dapat membentuk karakter anak bangsa yang berintegritas dan berani menolak korupsi. Serta, mengajarkan pemahaman tentang dampak negatif korupsi baik pada individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

Berita Lainnya:
DPD PDIP DKI Jakarta Akui Wacana Usung Anies-Prasetyo Edi di Pilgub Jakarta 2024

“Sehingga dapat membangun generasi yang lebih sadar akan dampak negatif dari korupsi,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Nurul mengatakan, pembelajaran anti-korupsi harus merata di semua tingkatan pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga menengah ke atas. Lebih dari itu, metode pembelajaran yang interaktif dan praktis perlu diadopsi untuk memotivasi siswa berpikir kritis, berdiskusi, bermain peran, dan melakukan kunjungan lapangan guna menginternalisasi nilai-nilai anti-korupsi secara lebih efektif.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Kopasgat Turunkan 24 Sniper Amankan KTT World Water Forum 2024

“Pastikan bahwa pelajaran anti-korupsi tidak hanya menjadi ‘mata pelajaran tambahan’ saja, tetapi terintegrasi secara holistik dalam seluruh kurikulum. Ini dapat mencakup aspek etika, hukum, dan tanggung jawab sosial,” ucapnya.

Meski demikian, kata Nurul, ada beberapa tantangan yang bakal ditemui dalam implementasi pendidikan anti-korupsi. Misalnya saja, keterbatasan sumber daya termasuk buku teks, materi ajar, dan pelatihan untuk pengajar. 

ADVERTISEMENTS

Tantangan selanjutnya datang dari kesadaran dan minat siswa dalam mempelajari anti-korupsi. Tantangan ini menuntut para pengajar untuk menggunakan metode menarik dan relevan agar siswa tertarik dalam memahami materi.

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi