Kamis, 23/05/2024 - 04:37 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Tiga Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir Lahar Dingin dan Longsor Lumajang

 SURABAYA — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Gunung Semeru pada Kamis (18/4/2024) malam memicu terjadinya banjir lahar dingin dan longsor di Kabupaten Lumajang.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Abdul Muhari mengungkapkan, berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Lumajang, bencana yang terjadi mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Satu warga meninggal dunia akibat tertimbun material longsor di Kecamatan Pronojiwo.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Kemudian dua warga meninggal dunia akibat terbawa arus lahar dingin di Kecamatan Candipuro,” kata dia dalam siaran tertulisnya, Sabtu (20/4/2024).

Abdul Muhari menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan meluapnya debit air pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Regoyo, DAS Mujur, dan DAS Glidik, Kabupaten Lumajang. Banjir lahar dingin Gunung Semeru tersebut menyebabkan sembilan kecamatan terdampak.

Berita Lainnya:
KPK Dakwa Abdul Gani Kasuba Terima Suap Rp 5 Miliar dan Gratifikasi Rp 99,8 Miliar

Yaitu Kecamatan Pronojiwo, Kecamatan Candipuro, Kecamatan Pasirian, Kecamatan Lumajang, Kecamatan Sukodono, Kecamatan Sumbersuko, Kecamatan Pasrujambe, Kecamatan Padang, dan Kecamatan Tempeh.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Tercatat ada empat rumah warga mengalami kerusakan berat terdampak banjir lahar dingin. Selain itu, terdapat satu unit sepeda motor, 24 unit DAM irigasi, dan 17 jembatan rusak berat akibat bencana yang terjadi.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Bahkan delapan jembatan di antaranya putus total akibat luapan lahar dingin. Peristiwa ini juga mengakibatkan putusnya akses jalan nasional Lumajang-Malang via Piket Nol Pronojiwo yang hingga saat ini masih ditutup dan dalam penanganan,” ujarnya.

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat yang berada di sekitaran daerah aliran sungai agar tetap berhati-hati dan siaga serta meningkatkan kewaspadaan. Sebab berdasarkan pemantauan, visual gunung masih berkabut dan hujan di daerah puncak, serta potensi awan panas yang sewaktu waktu bisa terjadi.

ADVERTISEMENTS

Abdul Muhari mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang dan tim gabungan masih melakukan asesmen dan pembersihan material lahar dingin. Tim juga terus melakukan memonitoring dampak lahar dingin ke aparat kecamatan, kelurahan, serta aparat desa setempat guna melihat dampak lanjutan yang masih berpotensi terjadi.

ADVERTISEMENTS

“Dikarenakan hujan lebat masih akan terjadi di wilayah Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

Berita Lainnya:
BMKG Ungkap Pemicu Bencana di Sumbar

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi