Kamis, 23/05/2024 - 03:29 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Din Syamsuddin Ajak Peserta Aksi Tahan Amarah: Putusan MK Bukan Kiamat

BANDA ACEH – Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin (Din Syamsuddin) mengajak peserta aksi unjuk rasa di kawasan Monas, Jakarta Pusat, untuk menahan amarah.”Apapun keputusan MK bukan kiamat. Tahan amarah. Kepada umat Islam, jangan merasa sedih, jangan kehilangan kepercayaan diri, jangan berputus asa,” tutur Din saat berorasi di lokasi unjuk rasa, Senin (22/4/2024).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Din mengatakan sempat menonton tayangan sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) melalui televisi pagi tadi.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Setelahnya, dia bergegas menuju lokasi unjuk rasa dan menyampaikan orasi menjelang waktu salat Dzuhur.

“Ada hikmahnya saya tidak datang pagi-pagi sehingga bisa menyaksikan (pembacaan putusan) melalui televisi,” ujar dia.

Seusai menyampaikan orasi, Din mengajak para peserta aksi untuk menunaikan salat berjemaah, dilanjutkan doa bersama.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Cerita Korban Selamat Kecelakaan Maut Rombongan SMK Depok: Bus tak Kuat Nanjak

Sementara itu, massa dari  Perguruan Umat Islam Kediri Jaya, Aliansi Perubahan Indonesia Kabupaten Indramayu, Koalisi Rakyat Menggugat Demokrasi, Poros Buruh untuk Perubahan, Koalisi Nasional Penyelamat Demokrasi, Forbes 01, Front DPR, GPKR, Tri Pilar, Poros Buruh dan warga perorangan masih  berdatangan sejak  sekitar pukul 08.45 WIB hingga siang ini.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Mereka berkumpul di beberapa titik sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi yakni dekat kawasan Monumen Nasional di Jalan Medan Merdeka Barat dan Bundaran Patung Arjuna Wijaya (Patung Kuda), Jakarta Pusat.

Linda asal Bandung salah satunya. Dia bersama rekan-rekannya mengaku ingin sekadar menyuarakan pendapatnya agar MK dapat berlaku adil.

ADVERTISEMENTS

“Menyuarakan keadilan bersama teman-teman lainnya. Ada yang dari Bandung, Rawa Belong,” kata dia.

ADVERTISEMENTS

Aksi unjuk rasa serupa di lokasi yang sama telah dilakukan beberapa kali antara lain pada Selasa (16/4), Kamis (18/4) dan Jumat (19/4).

Berita Lainnya:
Tukang Martabak Kaget Listriknya Dicabut Gegara Viralkan Petugas Dishub 'Malak’ Martabak

Massa dari berbagai kelompok melalui aksi tersebut menyuarakan seputar harapan antara lain agar MK dapat memutuskan secara adil dan tidak adanya intervensi pada keputusan hakim MK.

Adapun MK dalam pembacaan isi pertimbangan dalam sidang pembacaan putusan untuk perkara PHPU Pilpres 2024 salah satunya menilai dalil Anies-Muhaimin tentang tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendukung putranya, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presiden adalah pelanggaran perundang-undangan, tidak cukup kuat.

Selain itu, MK menyatakan tidak ada bukti yang meyakinkan majelis hakim konstitusi terkait dalil permohonan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang menyebut adanya dugaan intervensi presiden terhadap perubahan syarat pasangan calon (paslon).

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi