Minggu, 26/05/2024 - 19:43 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Dokter Ungkap Bahaya di Balik Kebiasaan Nagita Slavina Berbagi Makanan Bekas Gigitannya

Figur publik Nagita Slavina. Kumpulan video yang viral di media sosial perlihatkan Nagita berbagi makanan bekas gigitannya kepada pegawainya.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA — Adab figur publik Nagita Slavina yang kedapatan kerap memberikan makanan bekas gigitannya kepada orang lain menuai kritik pedas dari warganet. Dari segi medis, adakah risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat kebiasaan tersebut?

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Menurut praktisi kesehatan dr Tan Shot Yen, tentu ada risiko perpindahan bakteri dari kebiasaan semacam itu. Menurut dr Tan, perilaku seperti itu tidak patut ditiru.

“Pasti ada risiko menularkan bakteri dan penyakit,” kata dr Tan kepada Republika.co.id, Senin (22/4/2024).

Dokter Tan mengatakan yang semua penyakit yang bisa ditularkan lewat droplet, pasti bisa menular lewat berbagi makanan seperti itu. Menurut dia, pandemi Covid-19 yang dimulai 2020 lalu telah mengajarkan banyak hal kepada masyarakat.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Jadi Korban Cyberbullying, Jangan Balas Komentar Jahat di Media Sosial

Pandemi membuat masyarakat belajar tentang pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Demikian juga dengan panduan 3M yang meliputi penggunaan masker dengan benar, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Panduan tersebut dapat membuat orang terhindar dari tertular penyakit dari droplet yang sudah terkontaminasi virus. Meski pandemi telah usai, gaya hidup bersih dan sehat ini penting untuk tetap dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Termasuk menjaga higiene dan sanitasi pribadi,” kata dr Tan yang juga ahli gizi masyarakat.

ADVERTISEMENTS

Dokter Tan mencontohkan kebiasaan baik jika hendak berbagi makanan. Sebaiknya, sediakan porsi terpisah dengan alat makan sendiri-sendiri.

ADVERTISEMENTS

Orang bisa memotong makanan dengan sendok atau pisau bersih sebelum dimakan dan dibagikan. Begitu juga saat berbagi minuman, sebaiknya ada porsi masing-masing, bukan dalam gelas yang sama dan sedotan terpisah.

Berita Lainnya:
Polusi Bisa Mengurangi 2,5 Tahun Usia Harapan Hidup Penduduk Indonesia

“Juga bukan minum dengan satu gelas sedotan terpisah. Bagi saja per gelas masing-masing,” ujar dia.

Dokter Tan tidak sepakat dengan anggapan bahwa berbagi makanan bekas gigitan bisa disebut lazim karena orang lain sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Ia mengingatkan, risiko kesehatan bisa dialami siapa saja, meskipun anggota keluarga tersebut terlihat tidak sedang sakit.

“Keluarga sendiri pun sebaiknya tidak, kecuali suami istri kan ya ada kontak fisik intim. Itu pun jika salah satu orang sudah sakit mestinya tidak berbagi,” ujar dr Tan.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi