Jumat, 21/06/2024 - 04:57 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Misteri DPO Pembunuh Vina dan Eky, Ternyata Bukan Soal Sulit Menangkap, Prof Adrianus Meliala Berani Bilang Begini…

BANDA ACEH  – Kasus pembunuhan terhadap Vina dan kekasihnya, Eky di Cirebon belum menemui titik terang dan masih jadi perbincangan publik. Apalagi setelah polisi mampu menangkap satu dari tiga DPO pembunuh Vina yang sudah delapan tahun jadi buronan. 

ADVERTISMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh

Satu DPO yang sudah ditangkap polisi itu bernama Pegi Setyawan alias Perong.  Pegi yang berprofesi sebagai buruh bangunan itu ditangkap polisi di wilayah Bandung, Jawa Barat pada Selasa (21/5) lalu. 

ADVERTISMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

“Tersangka Perong diduga sebagai otak kasus pembunuhan disertai pemerkosaan yang terjadi pada Agustus 2016 silam,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham Abast belum lama ini. Kendati demikian, penangkapan Pegi malah jadi pertanyaan besar publik usai pengakuan yang bersangkutan kepada ibunya, Kartini. 

ADVERTISMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji kepada para Calon Haji Provinsi Aceh dari Bank Aceh Indonesia

Kartini mengungkpa bahwa anaknya mengaku tidak mengenal Vina dan Eky.  Pegi pun juga mengaku kepada ibunya bahwa dirinya tidak pernah melakukan perbuatan keji tersebut. 

ADVERTISMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

 “Saya tanya ‘Gih apakah kamu pernah melakukan hal sekeji itu? Apa kamu kenal sama Eky dan Vina?’,” ungkap Kartini pada program acara Apa Kabar Indonesia Malam, tvOne, Kamis (24/5). 

ADVERTISMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

“Kemudian anak saya menjawab, ‘Demi Allah demi Rasulullah mak, saya tidak kenal yang namanya Eky dan Vina’. ‘Terus saya tidak melakukan hal sekeji itu’. Anak saya menjawab seperti itu,” sambungnya.

ADVERTISMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Penghargaan Digital Goverment Award (DGA) Summit 2024
Berita Lainnya:
Tidak Bahas Biaya Pilkada di PKB, Edy Rahmayadi: Saya Enggak Bawa Dompet

 keterangan mengejutkan dari Kartini itu menimbulkan tanda tanya besar bahwa apakah polisi salah dalam melakukan penangkapan terhadap Pegi? Publik juga bertanya-tanya mengapa tiga DPO pembunuh Vina bisa sudah delapan tahun jadi buronan? Namun, usai kasus pembunuhan terhadap Vina viral, polisi bisa dalam sekejap bisa menangkap satu dari tiga DPO. 

ADVERTISMENTS
Ucapan Selamat atas Pelantikan Jabatan di Pemerintah Aceh. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Terkait hal tersebut, Kriminolog Universitas Indonesia, Prof Adrianus Meliala mengatakan, belum atau sudah tertangkapnya satu dari tiga DPO pembunuh Vina usai delapan tahun jadi buronan bukan soal sulit polisi menangkapnya. 

ADVERTISMENTS
Selamat dan Sukses atas dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

“Yang pertama mengkonfirmasi bahwa 8 tahun dimana kasusnya belum terungkap dalam arti 3 DPO belum tertangkap, itu bukan soal susah, bukan soal sulit tapi lebih kepada soal polisinya nggak mau aja,” ungkap Prof Adrianus Meliala dalam program acara Kabar Petang tvOne dikutip Sabtu (25/5).

ADVERTISMENTS
Bayar Jalan Tol dengan menggunakan Pengcard

 Namun, lanjut Adrianus, hal itu, karena ada masalah dengan Sumber Daya Manusia (SDM) pada kepolisian.  Hal tersebut terbukti ketika kasus pembunuhan terhadap Vina viral, polisi bisa menangkap satu dari tiga DPO dalam waktu yang tidak lama.

ADVERTISMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh

 “Karena tentu ada soal dengan manajemen sumber daya manusianya. Terbukti ketika sekarang sudah jadi viral menjadi atensi banyak pihak, maka kemudian polisi bisa menangkap satu DPO dan saya yakin dua DPO lainnya tinggal menunggu waktu saja,” ujar Adrianus. 

Lalu, soal dugaan polisi salah menangkap pelaku DPO Pegi, Adrianus mengatakan, jika hal itu terjadi, maka kepolisian telah melakukan kebodohan.  Adrianus pun meyakini bahwa polisi tidak bakal melakukan kebodohan tersebut.

Berita Lainnya:
Kemendikbudristek Perintahkan 75 PTN-PTNBH Batalkan Kenaikan UKT dan IPI 2024/2025

 “Kalau itu terjadi, saya kira polisi akan masuk dalam kesalahan yang luar biasa tuh kalau sampai dugaan bahwa polisi melakukan peradilan sesat dan kemudian diulangi lagi dengan menangkap orang yang bukan DPO, saya kira itu kebodohan,” ujar Adrianus. “Saya yakin polisi tentu akan menghindar atau tidak akan melakukan kebodohan tersebut,” sambung Adrianus.

 Selanjutnya, soal potensi polisi salah tangkap terhadap Pegi, Adrianus berpendapat bahwa polisi pasti memiliki petunjuk kuat dari enam tersangka yang masih dalam bui. 

Sebab, kata Adrianus, beberapa tersangka kasus pembunuhan terhadap Vina yang divonis penjara seumur hidup bakal berbicara jujur apa adanya.

 “Saya kira polisi punya satu petunjuk yang luar biasa kuat, yang berasal dari 6 orang yang masih menjadi narapidana. Dimana akan jauh lebih kredibel dibandingkan dengan dua orang yang sudah keluar ini,” jelas Adrianus. “Orang yang menjalani hukuman seumur hidup, maka tentu dia akan menjawab apa adanya saja. 

Tidak ada keraguan atau tidak ada keberatan sama sekali sehingga bisa memberikan keterangan yang apa adanya kepada kepolisian,” sambung Adrianus.  Diketahui, polisi sudah menangkap sembilan pelaku kasus tersebut. 

1 2

Reaksi & Komentar

قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَن تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا الكهف [94] Listen
They said, "O Dhul-Qarnayn, indeed Gog and Magog are [great] corrupters in the land. So may we assign for you an expenditure that you might make between us and them a barrier?" Al-Kahf ( The Cave ) [94] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi