Lalu, soal dugaan polisi salah menangkap pelaku DPO Pegi, Adrianus mengatakan, jika hal itu terjadi, maka kepolisian telah melakukan kebodohan. Adrianus pun meyakini bahwa polisi tidak bakal melakukan kebodohan tersebut.
“Kalau itu terjadi, saya kira polisi akan masuk dalam kesalahan yang luar biasa tuh kalau sampai dugaan bahwa polisi melakukan peradilan sesat dan kemudian diulangi lagi dengan menangkap orang yang bukan DPO, saya kira itu kebodohan,” ujar Adrianus. “Saya yakin polisi tentu akan menghindar atau tidak akan melakukan kebodohan tersebut,” sambung Adrianus.
Selanjutnya, soal potensi polisi salah tangkap terhadap Pegi, Adrianus berpendapat bahwa polisi pasti memiliki petunjuk kuat dari enam tersangka yang masih dalam bui.
Sebab, kata Adrianus, beberapa tersangka kasus pembunuhan terhadap Vina yang divonis penjara seumur hidup bakal berbicara jujur apa adanya.
“Saya kira polisi punya satu petunjuk yang luar biasa kuat, yang berasal dari 6 orang yang masih menjadi narapidana. Dimana akan jauh lebih kredibel dibandingkan dengan dua orang yang sudah keluar ini,” jelas Adrianus. “Orang yang menjalani hukuman seumur hidup, maka tentu dia akan menjawab apa adanya saja.
Tidak ada keraguan atau tidak ada keberatan sama sekali sehingga bisa memberikan keterangan yang apa adanya kepada kepolisian,” sambung Adrianus. Diketahui, polisi sudah menangkap sembilan pelaku kasus tersebut.
Satu pelaku bernama Pegi alias Perong baru ditangkap polisi pada Selasa (21/5) usai delapan tahun jadi buronan. Adapun Vina merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh geng motor pada tahun 2016 silam.
Vina dan kekasihnya, Muhammad Rizky Rudiana atau Eky, menjadi korban kesadisan geng motor yang terjadi di Kabupaten Cirebon. Kasus yang dialami mereka awalnya dikira tewas, karena kecelakaan lalu lintas.
Namun, ternyata mereka tewas akibat dianiaya dan dikeroyok segerombolan remaja atau geng motor di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Polresta Cirebon pun melakukan penyelidikan dan korban dinyatakan sebagai korban pembunuhan.
Kasus yang dialami Vina dan Eky ini pun kini diangkat menjadi film bergenre horor yang tayang bioskop. Polresta Cirebon pada akhirnya menangkap delapan pelaku kasus pemerkosaan sekaligus kasus penganiayaan dan pembunuhan tersebut.
Polisi pun bergerak untuk mengusut kasus tersebut. Setelah dilakukan pengembangan berdasarkan dari bukti dan saksi teman-teman korban, kecurigaan polisi pun terbukti. Kedua korban tewas akibat dibunuh oleh sekelompok geng motor Moonraker.

















































































































Komentar Terbaru