UPDATE

NASIONAL

Asing Kabur, Rupiah Terancam Rp. 22.000, Ekonom Senior Bongkar Masalah Ekonomi Prabowo

BANDA ACEH – Kondisi perekonomian Indonesia mendapat sorotan tajam dari ekonom senior Ferry Latuhihin. Ia menilai pasar keuangan nasional sedang menghadapi tekanan serius, ditandai dengan pelemahan rupiah, arus modal asing yang terus keluar, serta anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).Dalam Podcast Forum Keadilan Madilog, Sabtu (31/10/2026), Ferry menyebut investor asing masih diliputi ketakutan untuk menanamkan modal di Indonesia. Situasi tersebut, menurut dia, membuat arus keluar modal atau capital flight terus berlangsung dan menekan nilai tukar rupiah.

Ferry bahkan mengingatkan bahwa pelemahan rupiah berpotensi semakin dalam. Ia menyinggung pernyataan Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto, yang sempat memperkirakan nilai tukar dolar AS bisa mencapai Rp21.000 hingga Rp22.000.

Menurut Ferry, persoalan yang dihadapi Indonesia bukan hanya menyangkut peringkat kredit formal, melainkan juga kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan iklim investasi nasional.

Ferry mengatakan, secara formal Indonesia memang masih mempertahankan status investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional, yakni Moody’s, Fitch, dan Standard & Poor’s (S&P).

Namun, ia mengingatkan bahwa penilaian lembaga pemeringkat tidak selalu mencerminkan persepsi investor di pasar.

“Di mata investor de facto, bukan cuma non-investment grade, tetapi sudah disebut non-investable grade,” ujar Ferry.

Ia menilai kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan karena investor bukan hanya mempertimbangkan peringkat kredit, tetapi juga stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, dan kepercayaan terhadap pengelolaan pemerintahan.

Ferry juga menyoroti kejatuhan pasar saham Indonesia. Ia mengawali pembahasannya dengan menunjukkan kondisi IHSG yang mengalami tekanan hebat.

Dalam perdagangan Jumat (30/10/2026), IHSG sempat menyentuh level 4.979,34 atau jatuh di bawah angka psikologis 5.000, sebelum akhirnya ditutup pada posisi 5.075,05.

Tekanan pasar tersebut terjadi di tengah pelemahan rupiah dan aksi jual investor asing.

Menurut Ferry, kondisi ini menjadi sinyal bahwa pasar keuangan Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Selain membahas kondisi ekonomi, Ferry juga melontarkan kritik keras terhadap Pengamat Politik Rocky Gerung yang dinilainya terlalu keras membela program pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ferry menyebut Rocky seolah-olah sedang menebarkan logika yang keliru ketika menanggapi berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.