UPDATE

NASIONAL

Asing Kabur, Rupiah Terancam Rp. 22.000, Ekonom Senior Bongkar Masalah Ekonomi Prabowo

Ia menegaskan, kritik terhadap pelaksanaan program pemerintah tidak berarti menuduh pemerintah sengaja meracuni rakyatnya sendiri.

“Adanya korban keracunan MBG bukan merupakan upaya pemerintah untuk meracuni rakyatnya sendiri. Masa sih pemerintah dengan terang-terangan meracuni rakyatnya? Kan tidak mungkin,” kata Ferry.

Namun, menurut dia, persoalan yang seharusnya dijawab adalah mengapa kasus keracunan terus berulang dan menimbulkan korban dalam jumlah besar.

Ferry menyebut jumlah korban keracunan mencapai 50.059 orang, termasuk siswa dan guru.

Angka tersebut sejalan dengan data surveilans Kementerian Kesehatan yang disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris. Hingga 2 September 2026, tercatat 560 kejadian keracunan di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota.

Menurut Ferry, angka tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah, bukan justru membuat kritik terhadap program MBG dianggap sebagai serangan Politik.

Ia mempertanyakan sikap Rocky yang dinilainya kerap menyebut orang lain dungu, tetapi justru membela program pemerintah yang masih menyisakan persoalan besar.

Kritik Ferry berikutnya diarahkan pada program Koperasi Desa Merah Putih.

Ia mempertanyakan pernyataan Rocky Gerung mengenai pembangunan koperasi desa yang disebut mencapai 12 juta. Ferry meminta agar angka dan data pembangunan tersebut dijelaskan secara terbuka.

Ia juga menyoroti persoalan lokasi pembangunan koperasi yang dinilainya tidak seluruhnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ferry mempertanyakan mengapa banyak bangunan koperasi justru berada di lokasi yang jauh dari permukiman penduduk.

“Berapa yang lokasinya dianggap tidak layak, berapa yang dianggap layak? Tidak ada datanya,” ujarnya.

Ferry kemudian menyindir pembangunan koperasi yang berada di kawasan hutan.

“Siapa yang mau belanja di hutan? Kuntilanak. Kopdes Merah Putih itu sebetulnya dibangun untuk siapa? Itu juga perlu dipertanyakan,” katanya.

Ia bahkan melontarkan sindiran satir mengenai monyet yang akan datang ke lokasi koperasi di tengah hutan.

Persoalan kesiapan operasional juga menjadi perhatian Ferry. Berdasarkan data yang diberitakan ANTARA pada 21 Oktober 2026, terdapat 28.662 bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah rampung. Namun, baru 10.070 yang memenuhi persyaratan dan siap beroperasi penuh.

Artinya, pembangunan fisik belum otomatis membuat koperasi dapat menjalankan kegiatan ekonomi dan melayani kebutuhan masyarakat.

Ferry mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran negara apabila bangunan sudah didirikan, tetapi belum bisa beroperasi secara optimal.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.