Minggu, 16/06/2024 - 08:55 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Ekonom Indef-Paramadina: Awas Ekonomi RI Kena Imbas Triple Horror

 JAKARTA – Sejumlah ekonom Universitas Paramadina dan Indef memberikan ‘warning’ ke pemerintah terkait situasi perekonomian nasional saat ini. Sejumlah indikator ekonomi global maupun lokal yang diperhatikan ekonom memperlihatkan Indonesia akan menghadapi tantangan berat dalam dua tahun ini.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Hal ini dipaparkan dalam Diskusi Indef dan Universitas Paramadina bertajuk ‘Kebangkitan Nasional, Kebangkitan Ekonomi?’. Diskusi berlangsung secara daring pada Senin (27/6/2024) dan dibuka oleh Rektor Universitas Paramadina Prof Dr Didik J Rachbini.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Kepala Centre of Digital Economy and SME’s Indef Eisha Maghfiruha Rachbini menegaskan ekonomi global saat ini memang tidak sedang baik-baik saja. Perlambatan ekonomi dan stagnasi global akan terjadi sampai dengan tahun depan. Ini akan memengaruhi prospek suku bunga dalam negeri. 

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

“Menahan suku bunga global pada level tinggi, sehingga mendorong capital outflow negara berkembang dan dampak ini juga dirasakan oleh Indonesia, yaitu tekanan nilai tukar rupiah yang sampai Rp16 ribu,” kata dia dalam rilis yang diterima pers Senin malam. Situasi ini, ia prediksi, akan terus terjadi. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di negara berkembang lainnya yang tertekan akibat penguatan dolar AS. 

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda
Berita Lainnya:
Kunjungi Petani Korban Banjir di Agam, Mentan Tunda Kunjungan ke Cina

Ekonom Universitas Paramadina, Handi Risza, menambahkan dunia sedang dihantui dengan tiga permasalahan utama (triple horror), inflasi tinggi, tingkat suku bunga tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Diperkirakan kondisi tersebut akan berlangsung lama, imbasnya akan berdampak terhadap negara-negara berkembang termasuk Indonesia. “Perekonomian nasional diprediksi juga mengalami perlambatan,” kata dia.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Di dalam negeri sendiri, Handi melihat sudah terjadi stagnasi pertumbuhan ekonomi. Di mana rata-rata pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 4,9 persen. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut, ia menilai, sulit bagi Indonesia untuk dapat naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi atau mengejar ketertinggalan pendapatan per kapita dari negara maju.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Apalagi, lanjut dia, perekonomian domestik  masih ditopang oleh sumber tradisional yaitu konsumsi. Untungnya dalam beberapa tahun terakhir terbantu dengan adanya windfall dari harga komoditas. Tahun ini diperkirakan harga komoditas mulai kembali normal. Sehingga bisa menggerus potensi laba dari harga komoditas.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Anggota Komisi VII DPR: Target Lifting Minyak APBN 2024 Perlu Direvisi

Pengajar ekonomi Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan dengan situasi ekonomi tersebut maka pemerintah yang baru perlu melakukan rasionalisasi atau modifikasi program, baik itu yang warisan maupun yang merupakan janji kampanye. Modifikasi program itu mencakup program seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kelanjutan proyek kereta cepat Indonesia Cina, bantuan sosial ke masyarakat, dan porsi utang surat berharga negara. 

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Pemerintahan yang baru di bawah Presiden terpilih Prabowo Subianto dan wapres terpilih Gibran Rakabuming, diharapkan bisa menjaga konsistensi kebijakan dan perkuat penegakan hukum. “Reindustrialisasi dengan mendorong hilirisasi berkualitas di berbagai sektor,” kata Wijayanto. Termasuk juga terus menurunkan biaya logistik dengan perbaikan regulasi dan pemantapan infrastruktur.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Menyinggung pajak, Wijayanto setuju meningkatkan penerimaan pajak melalui perbaikan institusi. Termasuk misalnya mengubah model ditjen pajak menjadi badan penerimaan. Kemudian memperbesar sektor manufaktur.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

 

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

 

sumber : Rilis

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا الكهف [108] Listen
Wherein they abide eternally. They will not desire from it any transfer. Al-Kahf ( The Cave ) [108] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi