Rabu, 19/06/2024 - 01:09 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EDUKASI
EDUKASI

Permendikbudristek 2024 tidak Dicabut, Kenaikan UKT Masih Mungkin Terjadi

 JAKARTA — Pengamat pendidikan Indra Charismiadji melihat pembatalan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) yang dilakukan Mendikbudristek Nadiem Makarim tidak permanen. Sebab, Permendikbudristek nomor 2 tahun 2024 yang menjadi pangkal persoalan tak dicabut sehingga masih memberi ruang untuk kenaikan UKT.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Ini bukan dibatalkan, tapi kita ini diprank ditunda sampai tahun depan,” kata Indra kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/5/2024).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Dia juga mengatakan, dengan besaran UKT dan juga iuran pembangunan institusi (IPI) yang ada saat ini, maka akan banyak orang terbebani. Menurut dia, rata-rata pendapatan orang Indonesia berada pada Rp 65-75 juta dalam satu tahun.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Bahkan, tambah dia, tak sedikit yang berpenghasilan per tahunnya di bawah itu. Dia mengatakan, masih banyak yang menerima gaji di bawah Rp 5 juta per bulannya. Dengan besaran UKT dan IPI yang bisa mencapai Rp 40 juta per tahun, maka itu akan memberatkan.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda
Berita Lainnya:
Hasil Rapat UKT, Komisi X Desak Kemendikbudristek Kaji Kembali Pendanaan Pendidikan

“Ini artinya 60 persen dari pendaptan itu sudah hilang untuk satu anak,” jelas Indra.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Dengan perhitungan itu, dia menilai semakin jelas jika kebijakan menaikkan UKT dan penetapan IPI saat ini tak memiliki kajian yang matang. Kebijakan UKT maupun IPI juga dia sebut tak memiliki dasar yang jelas.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

“Kebijakan tidak punya dasar teknokratik, tidak ada kajiannya dulu. Problem ini terjadi karena dunia pendidikan salah kelola,” jelas dia.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Ketua Institut Harkat Negeri (IHN) Sudirman Said mengatakan, pemerintah tidak bisa menjadikan ketersediaan dana sebagai patokan dalam memberikan pendidikan. Meski kesulitan, pendidikan di jenjang apapun mesti diberikan kepada rakyat.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

“Apablia negara mengalami kesulitan uang, dia tetap harus bisa bagaimana mendidik rakyatnya,” kata eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK
Berita Lainnya:
Dosen UNM Beri Pelatihan Pembuatan Database Pada Pengurus PKK Cibubur

Diketahui, anggaran pendidikan, khususnya untuk pendidikan tinggi disebut masih minim. Hal itu pula yang membuat pemerintah tak mampu menekan biaya pendidikan tinggi.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Pemerintah saat ini baru bisa memprioritaskan wajib belajar pada jenjang pendidikan dasar dan mnengah. Belum ada prioritas pendanaan untuk pendidikan tinggi karena dana negara tidak mencukupi.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Melihat itu, Sudirman menyatakan tak semestinya pendidikan dibebankan kepada orang tua. Sebaliknya, negara seharusnya mau untuk berinvestasi pada bidang pendidikan, suatu investasi yang tidak pernah salah.

“Dan investasi yang tidak pernah salah itu ada di pendidikan. Alangkah indahnya kalau kebijakan pemerintah ini bisa mengatasi kesulitan para ibu yang ingin anaknya maju dan dapat pendidikan terbaik,” tutur dia.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

مَّاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا الكهف [3] Listen
In which they will remain forever Al-Kahf ( The Cave ) [3] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi