BANDA ACEH – Eks Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji tidak hanya sekadar berikan saran soal menolak memerankan rekontruksi ke Pegi Setiawan alias Perong, yang diduga otak pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Vina.
Namun, Sesno Duadji juga patahkan kesaksian Aep, yang mengaku-ngaku tahu detail soal detik-detik kejadian pelemparan batu terhadap Vina dan Eky di Cirebon. Susno Duadji akui dirinya begitu meragukan kesaksian Aep soal insiden pembunuhan Vina.
Karena, Susno Duadji sampai saat ini menilai bukti-bukti penetapan Pegi sebagai tersangka pun belum cukup kuat.
“Kalau saya menilai apa yang nampak dari luar, tidak kuat,” ujarnya di tvOne, Kamis (31/5/2024) lalu. Bahkan, ia beralasan saksi dari para terpidana sudah menarik keterangannya soal Pegi. Selain itu, kesaksian Aep di lokasi kejadian juga sangat lemah.
Bahkan, Susno menyebutkan, kesaksiannya Aep bisa saja bohong. “Saksi Aep ini sangat lemah. Dia menceritakan peristiwa 8 tahun yang lalu berjarak 100 meter saat tengah malam.
Itu orangnya. Padahal orang itu tidak dikenal sama dia. Kebenarannya mungkin hanya 10 persen, walaupun benar hanya dia sendiri,” pungkasnya.
Terkecuali, kata Susno Duadji, penetapan tersangka Pegi didukung oleh proses scientific crime investigation seperti hasil dari sidik jari, DNA, hasil laboratorium, CCTV dan pembicaraan di telepon baru kuat.
“Baru yang ngomong itu bukan saksi, bukan terdakwa atau tersangka tapi yang ngomong benda-benda itu baru yes, kuat. Tapi seandainya karena ngejar waktu 24 jam ini kalau tidak cukup bukti harus dilepaskan, kan hukum kita gitu, akhirnya semacam dipaksakan ini jadi masalah,” pungkasnya.
– Kesaksian Aep soal Pegi Sebelumnya diberitakan, Aep menyakini Pegi Setiawan alias Perong DPO yang ditangkap adalah pelaku asli pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon.
Sebagainana diketahui, Aep ini merupakan saksi yang bekerja sebagai tukang cuci mobil di sebuah bengkel yang kebetulan berdekatan dengan tempat kejadian perkara (TKP).
Saksi AEP juga mengaku sempat dimintai keterangan oleh Dirkrimum Polda Jawa Barat dan Polres Cirebon untuk memastikan pelaku yang diamankan adalah DPO pembunuhan Vina dan Eki.
Bahkan, terungkapnya kasus Vina Cirebon ini juga tak lepas berkat kesaksian Aep kepada ayah korban Eki, Rudiana beberapa hari setelah kejadian.
Dari kesaksian Aep itulah akhirnya polisi menangkap delapan pemuda Cirebon, satu di antaranya masih di bawah umur kala itu. Delapan tahun kasusnya berlalu, Aep mengaku masih ingat dengan wajah para pelaku kasus pembunuhan Vina dan Eki.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler