Nota Kesepakatan ditandatangani langsung oleh Pj. Gubernur Aceh, Bustami, dan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Pung Nugroho Saksono, Senin (22/7/2024).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman, S.Pi, M.Si menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif bagi upaya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan Aceh yang lebih baik dan lestari.
“Dengan adanya nota kesepakatan ini, kami berharap dapat mengatasi berbagai masalah yang selama ini menjadi tantangan di sektor kelautan dan perikanan, khususnya di bidang pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan” kata Aliman.
Tantangan tersebut meliputi praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) fishing, masalah perizinan, transhipment di laut, serta penggunaan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan yang merusak dan tidak ramah lingkungan. Pelanggaran jalur dan daerah penangkapan ikan juga menjadi perhatian utama.
Aliman menambahkan, sektor budidaya perikanan di Aceh juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk perizinan, ekstensifikasi budidaya yang merusak mangrove, serta cara budidaya dan pengangkutan ikan yang tidak sesuai ketentuan.
“Kerjasama ini akan membantu kami meningkatkan pengawasan dan memastikan bahwa kegiatan budidaya perikanan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Kerjasama ini mencakup berbagai program pengawasan terpadu di perairan Aceh, pengawasan pemanfaatan ruang laut, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan. Pembinaan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dan pertukaran data serta informasi yang relevan juga akan menjadi bagian penting dari inisiatif ini, kata Aliman, menjelaskan.
“Selain itu, kami akan fokus pada penyidikan tindak pidana kelautan dan perikanan, penanganan pelanggaran serta barang bukti, dan pertukaran data serta informasi terkait,” jelas Aliman.
Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan bimbingan teknis bagi pengawas perikanan dan petugas lainnya juga menjadi prioritas.
Nota kesepahaman ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani. “Kami berharap, melalui kerjasama ini, pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di Aceh dapat dilakukan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, demi kesejahteraan masyarakat Aceh dan kelestarian lingkungan,” tutup Aliman. []































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler