JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka seleksi bagi 30 sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) untuk bergabung dalam program SMA Unggul Garuda Transformasi tahun 2026.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa peluncuran program tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi antara jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Pernyataan itu disampaikan dalam agenda peluncuran di Jakarta pada Kamis, 26 Maret 2026.
Menurutnya, program SMA Unggul Garuda Transformasi dirancang sebagai jembatan untuk mencetak lulusan yang memiliki daya saing global serta mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Program ini ditujukan bagi sekolah-sekolah yang memiliki rekam jejak kuat dalam pembinaan prestasi akademik siswa.
Selain fokus pada capaian akademik, program tersebut juga menitikberatkan pada penguatan karakter, kemampuan berpikir kritis, serta kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan nasional.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, pada (26/3/2026) menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi erat dengan perguruan tinggi.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, sedikitnya enam perguruan tinggi telah terlibat dalam program pengayaan.
Beberapa di antaranya adalah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan IPB University yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kapasitas sekolah.
Program pengayaan tersebut mencakup pelatihan internasional bagi guru, seperti SAT dan IELTS, pendampingan riset kolaboratif, pembinaan konselor sekolah, hingga persiapan siswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
Pendaftaran seleksi dibuka mulai 26 Maret hingga 10 April 2026 dan dilakukan secara daring. Tahapan seleksi meliputi proses administrasi serta penilaian substansi, dengan hasil akhir dijadwalkan diumumkan pada 20 April 2026.
Sekolah yang ingin mengikuti seleksi diwajibkan melengkapi data profil secara menyeluruh, mulai dari akreditasi, kurikulum, data siswa dan lulusan, hingga dokumen pendukung seperti sertifikat akreditasi, data sarana dan prasarana, serta rekomendasi dari instansi terkait.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan penambahan sekitar 30 sekolah baru dalam program ini, setelah sebelumnya 12 sekolah telah lebih dulu bergabung pada 2025.
Program SMA Unggul Garuda Transformasi merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk membangun hingga 80 SMA Unggul Garuda di seluruh Indonesia pada 2029.
Melalui inisiatif ini, pemerintah berharap dapat memperkuat kualitas pendidikan nasional sekaligus melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global. (*)
































































































Beri Komentar