Apabila kita teliti lebih mendalam maka kita dapat menyimpulkan bahwa sebuah partai telah gagal dari sisi keorganisasiannya karena mengabaikan keempat aspek tersebut diatas. Hal tersebut didasarkan atas kenyataaan;
Pertama, partai Islam atau partai dakwah ternyata telah berdiri di atas pemikiran (fikrah) yang bersifat umum, kabur dan samar padahal seharusnya pemikiran yang mendasari sebuah partai memerlukan kristalisasi, pembersihan dan penyucian. Partai Islam seharusnya terikat pada ideologi Islam dan tidak pernah lepas dari amanah pengembanan dakwah Islam sebagaimana yang diperintahkan dalam QS Ali Imran ayat 104;
“Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kebaikan (Islam) serta melakukan amar makruf nahi mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Kedua, dalam perjalanannya ternyata partai tersebut tidak memahami metode yang benar untuk mengaplikasikan pemikiran-pemikirannya. Bahkan implementasi ide-ide diaplikasikan secara serampangan bahkan terkesan mengikuti arus yang ada.
Ketiga, harus kita akui bahwa partai tersebut ternyata bertumpu pada orang-orang yang tidak memiliki kesadaran dan kehendak yang benar. Ternyata mereka hanya sekumpulan orang yang berbekal semangat dan keinginan saja. Ketika partai ditimpa berbagai tantangan dan ujian menyebabkan mereka tak dapat bertahan lalu memutar haluan.
Keempat, yang lebih memprihatinkan adalah kenyataan bahwa orang-orang yang memikul tugas kepartaian tidak memiliki ikatan yang benar di antara mereka kecuali sekadar ikatan keorganisasian, sehingga mudah sekali dihinggapi pragmatisme berpolitik.
Oleh sebab itu, pilihan yang diambil oleh PKS telah menunjukkan kepada masyarakat tentang kemunduran berpolitik yang menyentuh titik terendahnya. Kita tidak mendapatkan apapun dari partai-partai Islam yang berkompromi dengan sekulerisme, kecuali sekadar harapan perubahan dan kemajuan semu.[]





























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…