Lebih miris lagi jika kita melihat fenomena ketergantungan mereka terhadap dunia maya. Gen Z adalah generasi yang sangat butuh validasi dan pengakuan, menyukai hal-hal yang viral, mereka gampang overthinking hingga stress dan rentan depresi. Disisi lain, anak muda kita juga berpotensi tergilas peradaban. Mereka adalah generasi instan yang tidak kuat bertahan dan gampang menyerah. Sulit membedakan antara fakta dan hoax sehingga menjadi sasaran empuk propaganda dan penyesatan informasi.
Inilah pentingnya untuk mengingat kembali Hari Pahlawan, supaya memory Gen Z dapat mengingat dan mengambil hikmah dibalik perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Setidaknya, ada tiga inspirasi yang dapat diambil dari momen ini, yaitu pertama, pahlawan adalah seseorang yang memiliki kesadaran yang benar mengenai kondisi diri dan bangsanya, tujuan perjuangannya pada saat yang sama juga memiliki ketajaman berpikir dan kecemerlangan siasat untuk lepas dari rantai penjajahan.
Kedua, Kesadaran yang benar melahirkan gerakan kebangkitan untuk melawan penjajahan. Ketiga, gerakan kebangkitan tersebut menghantarkan pada perubahan, untuk mengatasi kesulitan dan meraih kehidupan yang merdeka lepas dari kedzaliman.
Dengan mengamati kondisi bercokolnya kapitalisme, Gen Z memahami bahwa penjajahan gaya baru (neokolonialisme) masih mencengkram bangsa ini. Sehingga karakter para pejuang wajib dimiliki oleh setiap generasi bangsa, agar mereka memiliki kesadaran yang benar, kemudian bergerak meraih perubahan. Saat ini bukan lagi peperangan fisik yang harus dihadapi namun perang asimetris yang melibatkan banyak proxy.
Oleh sebab itu penting sekali bagi Gen Z untuk menuntut ilmu, terlibat dalam dakwah Islam dan mengkaji kembali sejarah bangsa dalam upaya mengembalikan kesadaran politik sehingga menggulirkan gerakan perubahan. Semoga upaya tersebut dapat mengembalikan generasi muda Indonesia yang kini babak belur oleh berbagai masalah terutama pengangguran, PHK dan sulitnya lapangan kerja menjadi generasi emas di 2045.
Selamat Hari Pahlawan!.





























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…