Seks bebas di kalangan pelajar menjadi salah satu masalah sosial dan kesehatan yang memprihatinkan. Dalam upaya mengedukasi generasi muda tentang bahaya perilaku tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banyumas secara aktif menyelenggarakan penyuluhan kesehatan di berbagai sekolah dan komunitas. Langkah ini bertujuan membangun kesadaran pelajar tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan membentuk perilaku yang bertanggung jawab.
Bahaya Seks Bebas di Kalangan Pelajar
IDI Kabupaten Banyumas mengungkapkan bahwa seks bebas pada usia remaja dapat membawa dampak serius, baik secara fisik, emosional, maupun sosial, antara lain:
- Penyakit Menular Seksual (PMS)Remaja yang terlibat dalam seks bebas berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, gonore, dan sifilis.
- Kehamilan Tidak DiinginkanKehamilan di usia remaja dapat mengakibatkan dampak psikologis, sosial, dan ekonomi, termasuk putus sekolah dan stigma sosial.
- Gangguan PsikologisSeks bebas dapat menyebabkan stres, rasa bersalah, dan gangguan emosional, terutama bagi remaja yang belum matang secara mental.
- Kerusakan Masa DepanPelajar yang terjebak dalam perilaku seks bebas sering kali kehilangan fokus pada pendidikan, yang berdampak pada masa depan mereka.
Langkah Edukasi oleh IDI Kabupaten Banyumas
Dalam penyuluhan yang dilakukan, IDI Kabupaten Banyumas menekankan beberapa poin penting:
- Pentingnya Pendidikan Seksual yang TepatPelajar diajarkan tentang anatomi reproduksi, risiko perilaku seksual, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
- Nilai Moral dan Tanggung JawabIDI Banyumas mengingatkan pelajar untuk menghargai diri sendiri, memahami konsekuensi tindakan mereka, dan menjunjung nilai-nilai moral.
- Pencegahan dan SolusiPelajar didorong untuk menghindari situasi yang berisiko, memperkuat pergaulan positif, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika membutuhkan informasi atau bantuan.
- Peran Keluarga dan SekolahIDI Banyumas mengajak orang tua dan guru untuk aktif memberikan bimbingan dan pendidikan karakter kepada remaja.
Kolaborasi dengan Sekolah dan Komunitas
Penyuluhan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Banyumas, melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Dengan pendekatan yang interaktif, pelajar diberikan ruang untuk bertanya dan berdiskusi tentang isu-isu yang sering kali dianggap tabu.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program edukasi dan kegiatan lainnya yang dilakukan oleh IDI Kabupaten Banyumas, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi mereka di idikabbanyumas.org.






















































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler