UPDATE

LS
LIFESTYLE

Nikita Willy Melahirkan Anak Kedua di Dalam Air, Ternyata Metode Ini Dilarang di Indonesia

BANDA ACEH – Nikita Willy melahirkan anak keduanya dengan menggunakan metode persalinan Water Birth atau melahirkan di dalam air

Namun, apakah metode Water Birth ini aman bagi keselamatan bayi dan ibu melahirkan?

Menjawab pertanyaan tersebut, dokter spesialis kandungan dari RSIA Bunda Jakarta, Ivander Utama, F.MAS, SpOG, MSc mengatakan metoder Water Birth sudah ada sejak 10 tahun yang lalu.

Hanya saja, metode Water Birth dinilai sangat beresiko tinggi terutama bagi keselamatan bayi yanh dilahirkan. Sehingga, Perhimpunan Obgyn Indonesia memutuskan untuk melarang rumah sakit untuk melakukan tindakan Water Birth.

“Water Birth ini adalah barang lama sebetulnya, sudah ada sejak lebih dari 10 tahun yang lalu di Indonesia ya begitu.  Tetapi kemudian pada prakteknya, ternyata Water Birth itu memberikan komplikasi medis yang membahayakan buat bayinya begitu,” ujar dokter Ivander Utama saat dihubungi Disway.id melalui sambungan telefon, Selasa 17 Desember 2024.

Berita Lainnya:
Mundur dari Pucuk Pimpinan Jalan Terbaik Akhiri Kisruh PBNU

Adapun alasan mengapa metode melahirkan dengan cara Water Birth dilarang di Indonesia karena dapat mengakibatkan resiko kematian bagi bayi.

“Sehingga pada akhirnya Perhimpunan Dokter Obgyn Indonesia itu memutuskan untuk melarang penggunaan Water Birth di Indonesia karena pernah ada beberapa case kematian bayi akibat Water Birth,” ujarnya.

Meskipun memiliki resiko tinggi terhadap kematian pada bayi, metode Water Birth di beberapa negara lain seperti Amerika Serikat diperbolehkan walaupun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi demi kenyamanan dan keselamatan bayi dan ibu saat melahirkan.

Berita Lainnya:
Pertemuan di Rumah Bahlil Jadi Awal Koalisi Pecah

“Pertama-tama pandangan dari perhimpunan dokter-dokter obgyn di Amerika dari American College of Obstetric and Gynecology, itu bilang bahwa Water Birth itu boleh aman dan lain-lain.

“Tetapi tidak dianjurkan atau dilakukan secara rutin pada semua ibu-ibu hamil yang mau melahirkan, karena memiliki risiko-risiko,” tuturnya.

“Artinya dari perhimpunan dokter obgyn di Amerika sendiri, menyatakan bahwa Water Birth itu aman, tetapi bukan untuk semua kandidat perempuan yang mau melahirkan normal. Lebih baik melahirkan secara alami biasa saja daripada melahirkan secara Water Birth,” pungkasnya.

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website