Acara pelantikan ini menjadi saksi bagi banyak pihak yang hadir, termasuk para tokoh perdamaian Aceh seperti Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar memberikan pengukuhan adat kepada Mualem dan Fadhlullah.
Dalam kesempatan itu, Wali Nanggroe mengatakan, jika rakyat Aceh telah memberikan mandat kepada Muzakir Manaf dan Fadhlullah sebagai kepala dan wakil kepala pemerintahan Aceh, untuk menyelenggarakan pemerintahan Aceh dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia.
“Kami berharap saudara dapat memajukan peradaban Aceh, meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh, dan terus memperkuat perdamaian yang telah dibangun selama ini,” ujarnya.
Setelah menerima pengukuhan adat, Mualem bersama Fadhlullah memberikan sambutan pertama sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Mualem mengungkapkan komitmennya untuk bekerja keras demi membangun Aceh lebih baik di masa depan.
“Kami tidak ingin lagi mendengar sebutan Aceh sebagai provinsi termiskin. Saya mau Aceh nanti lebih kaya dari provinsi lain. Hari ini mari bergerak langkah, bersama-sama menjadikan Aceh lebih maju” tegasnya.
Mualem juga menyoroti pentingnya kerja sama dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Aceh, baik dari eksekutif, legislatif, hingga masyarakat umum, dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Wakil Gubernur Aceh, Bapak Fadhlullah, telah resmi dilantik. Kami menerima amanah besar ini dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi negeri yang kita cintai, Aceh,” ujarnya.
Mualem juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, sinergi antara kedua lembaga tersebut sangat penting untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang efektif dan sesuai dengan harapan rakyat Aceh.
“Kami berkomitmen untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan DPR Aceh agar pembangunan Aceh dapat berjalan dengan baik, dan rakyat merasa nyaman dan damai,” kata Mualem.
Ketua DPR Aceh, Zulfadli, mengingatkan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif.
“Pelantikan ini adalah momen yang penuh makna bagi Aceh. Kami berharap antara gubernur dan wakil gubernur Aceh dapat bersinergi dengan baik bersama dengan DPR Aceh untuk membangun Aceh yang lebih baik. Pemerintahan yang baik memerlukan dukungan yang saling mendukung antara legislatif dan eksekutif,” ujar Zulfadli.
Safrizal ZA mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan menjalankan tugasnya, meski hanya dalam waktu singkat.




























































































