Pimpinan Dayah Samudera Pasai Madani, Muhammad Fadhillah, Lc., M.Us, mengungkapkan kebanggaannya atas suksesnya penyelenggaraan Samurai Fest pertama ini. Ia berharap ajang ini dapat menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang.
“Dayah ini baru berjalan selama lima tahun, dan bangunan ini baru diresmikan oleh Ustaz Abdul Somad pada 2024. Bangunan ini dulunya merupakan bekas hotel yang kemudian dihibahkan menjadi lembaga pendidikan. Insya Allah, pada 2030 nanti, kita akan menyaksikan lahirnya para pemimpin dari sini,” ujar Muhammad Fadhillah penuh optimisme.
Fadhillah mengatakan even ini mendapat dukungan penuh dari wali santri dan 267 santri. Samurai Fest 2025 menghadirkan 24 cabang perlombaan dengan hadiah total Rp 3 juta per kategori. Para pemenang mendapatkan apresiasi berupa juara 1 akan mendapatkan voucher pendidikan Rp 1,5 juta, sedangkan juara 2 akan memperoleh voucher pendidikan senilai Rp 1 juta dan sementara itu untuk juara 3 akan diberikan voucher pendidikan sebesar Rp 500 ribu.
“Kami berharap tahun depan acara ini bisa digelar lebih meriah dan lebih besar lagi,” tambahnya.
Penutupan Samurai Fest 2025 juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama Aceh Besar, Camat dan Forkopimcam Darul Imarah, Keuchik beserta perangkat Gampong Ajuen-Jeumpet, para kafilah dari Aceh Besar dan Banda Aceh, serta dewan guru dan tamu undangan lainnya.
Dengan mengusung tema “Meuseuraya Lewat Bakat, Meusyeuhu Aneuk Bangsa”, Samurai Fest 2025 bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi santri. Semoga tahun depan, acara ini semakin besar dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan di Aceh.
Acara penutupan Samurai Fest 2025 berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan budaya Islami yang menggambarkan kejayaan Samudera Pasai di masa lalu. Para peserta dan tamu undangan tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga akhir.
Dengan berakhirnya Samurai Fest 2025, harapan besar tertuju pada edisi berikutnya yang diharapkan lebih spektakuler dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menggali dan mengenalkan kembali sejarah serta kebudayaan Islam di Aceh.[]































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler