BANDA ACEH – Bagi anak muda, memulai investasi seringkali terasa menakutkan karena adanya risiko kehilangan dana. Namun, ada beberapa instrumen investasi yang relatif aman dan minum risiko, sehingga cocok bagi mereka yang baru belajar berinvestasi.
Berikut adalah lima pilihan investasi terbaik dengan risiko paling rendah yang bisa dipertimbangkan.
1. Reksa Dana Pasar Uang
Reksa dana pasar uang adalah salah satu pilihan investasi yang paling aman dan mudah bagi pemula. Instrumen ini mengalokasikan dana ke dalam produk keuangan dengan tingkat risiko rendah, seperti deposito berjangka, surat utang jangka pendek, dan instrumen pasar uang lainnya.
Instrumen ini dikelola oleh manajer investasi profesional, investor tidak perlu repot melakukan analisis sendiri, sehingga cocok bagi mereka yang batu memulai perjalanan investasi.
Keunggulan utama reksa dana pasar uang adalah likuiditasnya yang tinggi, artinya dana dapat dicairkan kapan saja tanpa penalti. Selain itu, investasi ini bisa dimulai dengan modal kecil, bahkan hanya Rp10.000, sehingga tidak memberatkan anak muda yang ingin mencoba investasi dengan risiko terkendali
2. Obligasi Pemerintah (ORI dan SBN)
Obligasi pemerintah, seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Surat Berharga Negara (SBN), adalah investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh negara. Adanya jaminan ini menjadikannya sebagai salah satu instrumen paling aman.
Selain keamanannya, obligasi pemerintah juga menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan deposito, sehingga lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Anak muda bisa membeli obligasi ini melalui bank atau platform investasi resmi dengan modal awal mulai dari Rp1 juta.
Jika sewaktu-waktu membutuhkan dana, obligasi bisa dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, meskipun harganya bisa berfluktuasi tergantung kondisi pasar. Bagi anak muda yang ingin investasi dengan keuntungan stabil dan risiko rendah, obligasi pemerintah adalah pilihan yang sangat tepat.
3. Deposito Berjangka
Deposito berjangka adalah instrumen investasi klasik yang menawarkan keamanan tinggi dan imbal hasil tetap. Berbeda dengan tabungan biasa, deposito memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar.
Keuntungan utama dari deposito berjangka adalah adanya jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp 2 miliar per rekening per bank. Hal ini membuat deposito menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin menyimpan dana dengan aman tanpa risiko kehilangan modal.
Anak muda yang memiliki tabungan dan ingin mendapatkan imbal hasil lebih baik bisa mempertimbangkan deposito sebagai pilihan investasi. Meski return-nya tidak sebesar saham atau obligasi, stabilitas deposito berjangka menjadikannya sebagai salah satu instrumen investasi yang paling minim risiko.
4. Emas
Emas telah lama menjadi salah satu aset investasi yang paling aman dan tahan terhadap inflasi. Nilai emas cenderung stabil dalam jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh gejolak ekonomi global.
Hal ini menjadikannya sebagai pilihan investasi yang menarik bagi anak muda yang ingin melindungi nilai aset mereka dari depresiasi mata uang. Keuntungan lainnya investasi emas adalah fleksibilitasnya.
Saat ini, emas bisa dibeli dalam jumlah kecil, mulai dari 0,1 gram, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Beberapa platform, seperti Pegadaian Digital dan marketplace online, menyediakan layanan investasi emas yang praktis dan aman.
Selain itu, emas juga sangat likuid, artinya bisa dijual kapan saja tanpa mengalami penurunan nilai yang signifikan. Meskipun emas bukan instrumen investasi dengan return tinggi dalam jangka pendek, keamanannya menjadikannya pilihan menarik bagi anak muda yang ingin berinvestasi dengan risiko rendah.
5. Asuransi Unit Link (Sebagai Investasi Tambahan)
Asuransi unit link adalah produk keuangan yang menggabungkan perlindungan asuransi dengan investasi dalam satu paket. Meskipun bukan instrumen investasi utama, unit link bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memiliki proteksi keuangan sambil tetap berinvestasi.
Dalam skema ini, sebagian premi yang dibayarkan digunakan untuk membeli polis asuransi jiwa, sementara sisanya diinvestasikan ke berbagai instrumen, seperti saham atau obligasi, sesuai dengan kebijakan perusahaan asuransi.
Asuransi unit link biasanya memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan investasi reksa dana atau obligasi langsung. Oleh karena itu, unit link sebaiknya dipilih sebagai pelengkap investasi utama yang lebih menguntungkan.
Sebelum memilih instrumen investasi, penting untuk memahami tujuan keuangan, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi yang diinginkan. Jika memiliki modal lebih besar dan ingin strategi investasi yang lebih matang, anak muda juga bisa mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan investment advisor atau penasihat keuangan profesional.
Memilih investasi yang tepat akan membawa Anda membangun kekayaan sejak dini tanpa harus menghadapi risiko besar.































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…