Chyntia merupakan pekerja di sektor teknologi di Jakarta.
Media Asing itu juga mengungkapkan, bahwa beberapa warga Indonesia bahkan telah rela mengambil pekerjaan fisik yang lebih berat di luar negeri demi keluar dari kondisi ini.
Misalnya, Randy Christian Saputra. Disebutkan, pria 25 tahun itu telah meninggalkan pekerjaannya di perusahaan konsultan multinasional di Indonesia untuk bekerja sebagai buruh di perkebunan tomat di Australia.
“Saya lelah dengan sistem di Indonesia. Jika kita lihat ke luar negeri, mereka biasanya memiliki sistem yang lebih baik,” kata Randy, sebagaimana diberitakan AFP.
Menurut AFP, standar hidup yang buruk di Jakarta juga menjadi alasan utama banyak orang ingin pergi.
“Semakin lama saya tinggal di Jakarta, semakin sulit karena polusi dan kemacetan. Ini lebih berkaitan dengan standar hidup. Saya merasa lelah dan kehilangan harapan,” tulis AFP menukik perkataan Favian Amrullah (27).
Favian disebut adalah seorang lulusan perangkat lunak yang akan pindah ke Amsterdam untuk bekerja di startup teknologi pada April.
AFP menyinggung, beberapa perusahaan asing telah memanfaatkan tren ini, termasuk perusahaan perekrutan asal Jepang yang mulai mencari tenaga kerja terampil dari Indonesia melalui iklan online.
Menurut pakar, media sosial menjadi sarana bagi warga Indonesia untuk menyalurkan keluhan mereka.
“Ini menunjukkan emosi publik,” kata Ika Karlina Idris, profesor di Monash University Indonesia kepada AFP.
Ia menambahkan, tagar tersebut menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap pekerjaan dan nepotisme serta kebijakan publik yang tidak terarah.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia per Agustus 2024, terdapat hampir 7,5 juta pengangguran di Indonesia.
“Angka ini memperburuk kemarahan terhadap kualitas hidup yang buruk, di tengah kesenjangan yang semakin melebar antara masyarakat kaya dan miskin serta tekanan ekonomi terhadap kelas menengah,” tulis AFP.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Kompas.com, berita AFP soal nasib miris pekerja Indonesia tersebut telah direproduksi oleh sejumlah media asing lain, termasuk media Arab Arab News dan media Singapura The Straits Times.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler