BANDA ACEH – Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Membangun Desa (UMD) III Gelombang 3 di Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, resmi berakhir.
Program yang melibatkan mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan STAIN Tgk. Dirundeng Meulaboh ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Bara Energi Lestari (BEL) sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan tambang.
Penarikan peserta dilakukan oleh tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry dan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Tgk. Dirundeng. Acara penutupan berlangsung di Gampong Latong, salah satu lokasi program bersama Gampong Alue Buloh.
Sekretaris LP2M UIN Ar-Raniry yang juga Manajer Program UMD Corner, Amrullah, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata peran akademisi dalam pembangunan masyarakat.
“Program ini harus terus dikembangkan agar dampaknya semakin luas. Salah satu yang bisa diwujudkan adalah pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an atau sekolah vokasi di Nagan Raya yang berorientasi pada kemandirian masyarakat pascatambang,” ujarnya.
Amrullah menambahkan bahwa program KPM UMD III ini diikuti oleh sepuluh mahasiswa, masing-masing lima dari UIN Ar-Raniry dan STAIN Tgk. Dirundeng Meulaboh. Seluruh peserta merupakan hafiz dan hafizah minimal lima juz. Selama program berlangsung, mereka menjalankan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk Camp Tahfiz bagi anak-anak di sekitar Ring I tambang PT BEL.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) UIN Ar-Raniry, Jarnawi, mengapresiasi sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam program ini.
“Ini bukan sekadar implementasi tridarma perguruan tinggi, tetapi juga bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pembangunan sosial,” kata dia.
Senada dengan itu, perwakilan PT BEL, Fuad, menyatakan komitmennya dalam mendukung program akademik yang berdampak bagi masyarakat.
“Kami mendukung penuh sinergi antara perguruan tinggi dan industri untuk menciptakan solusi bagi berbagai tantangan sosial dan ekonomi,” ucapnya.
Keuchik Gampong Latong menyambut baik inisiatif ini dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam berbagai aktivitas sosial dan keagamaan di desanya. Ia berharap program serupa terus berlanjut.
Sepanjang pelaksanaan KPM, mahasiswa menggelar berbagai program pemberdayaan, mulai dari edukasi kesehatan dan lingkungan, hingga penguatan ekonomi berbasis komunitas dan kearifan lokal.
Direktur UC4 UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimulyani, dalam pesannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler