OPINI
OPINI

Ngasong Dana Ala Negara Zamrud Katulistiwa

Wang Yi menyebut saat ini di dunia “angin” tengah bertiup ke selatan dan belahan bumi selatan adalah simbol paling tampak pada era ini. Belahan bumi selatan telah berkontribusi 80 persen lebih terhadap pertumbuhan ekonomi dunia, sekaligus menjadi kekuatan utama dalam menjaga perdamaian internasional, mendorong pembangunan dunia dan meningkatkan tata kelola global.

BRIC, Indonesia Banyak Berharap, Siapkah Kecewa?

Sungguh miris, sedemikian gencar cara asong dana negara yang terkenal dengan julukan Zamrud Katulistiwa saking kaya rayanya. Sumber daya alam berlimpah dengan kualitas wahid di dunia, nyatanya malah mengemis perhatian lembaga keuangan kawasan Asia, setelah sebelumnya sudah bergabung dengan lembaga keuangan global (Barat). Hasilnya sebenarnya sama saja, rakyat belum sejahtera.

Pengamat ekonomi Dr. Arim Nasim menilai, masuknya Indonesia ke dalam BRICS justru akan mengukuhkan dominasi Cina, baik ranah ekonomi maupun politik. Menurutnya, Cina sudah mendominasi Indonesia, bersaing dengan Amerika dan negara-negara Barat lainnya jauh sebelum Indonesia bergabung dengan BRICS. Yang paling terasa adalah adanya eksploitasi sumber daya alam Indonesia.

Arim mencontohkan kasus Rempang, ekspor nikel yang pernah heboh. Dengan masuknya Indonesia ke BRICS jelas akan lebih menguntungkan Cina yang menjadi salah satu negara pendiri BRICS. Di sisi lain dominasi produk-produk Cina sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan mematikan industri dalam negeri, yang terbaru bangkrutnya raksasa tekstil Sritex Indonesia.

Arim tidak menampik adanya manfaat dari bergabungnya Indonesia ke BRICS semisal masuknya investasi, transfer teknologi, masuknya devisa, dan membuka lapangan kerja. Namun dampak negatifnya jauh lebih besar. Di antaranya, sumber daya alam akan terkuras, lingkungan rusak, yang pada akhirnya masyarakatlah yang dirugikan. Jika pun tenaga kerja terserap, itu upahnya sangat murah. Masihkah akan menambah jumlah kerugian? Siapkah Indonesia kecewa?

Islam Sistem Terbaik Wujudkan Sejahtera Tanpa Gimmick

Entah terbuat dari apa hati para pemimpin negeri ini, yang disebut sebagai proyek berkelanjutan, nyata kebijakannya yang justru terus menerus menjerumuskan rakyat dalam penderitaan berkelanjutan. Tak ada kapok-kapoknya, meski badan boncos, masih saja tersanjung dengan perlakuan para investor BRICS.

Menurut pengamat kebijakan publik Dr. Riyan, M.Ag. tampak BRICS adalah upaya sebagian negara untuk melawan dominasi AS, kemudian dibangun atas asas pragmatisme ekonomi dalam kerangka kapitalisme. Sebenarnya tidak ada hal yang baru, melainkan hanya blok baru yang dibentuk.

image_print
1 2 3 4

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website