BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Tuanku Muhammad meminta pihak sekolah negeri di Banda Aceh tidak membebani orang tua murid dengan kutipan uang sekolah.
Tuanku Muhammad menerangkan sebagaimana diketahui, dimana beberapa sekolah sudah mulai melakukan tes masuk calon siswa baru bahkan ada beberapa sekolah baik swasta maupun negeri sudah melakukan sesi pendaftaran ulang masuk bagi peserta didik yang telah lulus tes.
Menurutnya memasuki tahun ajaran baru Tahun 2025-2026 baik sekolah negeri maupun swasta sudah mulai merancang kebijakan-kebijakannya dalam rangka menyambut kedatangan siswa baru.
Namun dalam hal ini, Tuanku merasa prihatin ternyata masih ada orang tua murid yang gagal memasukkan anaknnya ke sekolah negeri akibat keterbatasan dana untuk melakukan proses pendaftaran ulang.
Saat pendaftaran ulang ada sekolah yang mensyaratkan bagi orang tua murid membayar uang yang telah ditentukan pihak sekolah dan komite sekolah, akibatnya ada wali murid yang gagal mendaftarkan anaknya akibat telah lewat batas waktu yang telah ditentukan dan saat itu dirinya belum mendapatkan uang untuk mendaftarkan anaknnya seperti yang menimpa seorang warga Rukoh yang berprofesi Petani Cabai yang gagal mendaftarkan ulang anaknya masuk ke slaah satu MIN di Banda Aceh akibat keterbatasan ekonomi.
Menangapi persoalan ini Tuanku Muhammad dari Fraksi PKS mengharapkan agar setiap kebijakan sekolah yang dibuat itu jangan sampai membunuh cita-cita orang tua murid dan anak didik untuk bisa masuk sekolah, apalagi yang terjadi ini di sekolah tingkat dasar yaitu madrasah ibtidayah.
“Karena kita memang tidak ingin ada warga kota Banda Aceh akibat salah kebijakan yang dibuat oleh sekolah mengakibatkan cita-cita orang tua murit untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang di idamkan bisa gagal,” kata Tuanku Muhammad, Sabtu (10/05/2025).
Tuanku Muhammad mengharapkan agar setiap sekolah di Banda Aceh itu bisa melahirkan kebijakan-kebijakan yang berkeadilan, kebijakan dengan sesuai dengan aturan dankebijakan yang membuat setiap orang memiliki kesempatan masuk di sekolah yang terbaik.
Konon lagi sekolah negeri ini memang diciptakan agar bagaimana adanya keadilan bagi setiap warga Indonesia terutama bagi sekolah-sekolah negeri yang ada di Kota Banda Aceh yang bertujuan agar anak-anak yang ada di kota Banda Aceh bisa sekolah di sekolah yang terbaik.
“Alangkah ironinya jika kemudian keinginan itu terganjal hanya akibat kebijakan yang dikeluarkan oleh sekolah sehinga memupus cita-cita orang tua dan murid,” ujarnya.




























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…