KETEGANGAN meningkat antara India dan Pakistan. Ujungnya terjadi perang India Pakistan saat India meluncurkan serangan rudal ke sejumlah wilayah di Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan pada Rabu pagi, 7 Mei 2025.
Serangan ini mengakibatkan sejumlah ledakan yang terdengar di berbagai daerah, termasuk Kota Bahawalpur, Muridke, Bagh, Muzaffarabad, dan Kotli di wilayah yang disengketakan.
Perang antara Pakistan dan India kembali mencuat ke permukaan. Dua negara bertetangga ini telah mengalami konflik bersenjata setidaknya tiga kali sejak mereka merdeka dari Inggris pada tahun 1947. Sengketa wilayah Kashmir menjadi akar utama perpecahan mereka. Namun, di balik konflik ini, terselip ironi besar: tentara Muslim yang kuat justru sibuk dalam konflik sektoral nasional, sementara saudara seiman mereka di Palestina tengah dihujani bom dan mengalami penjajahan keji.
Konflik Pakistan-India tak hanya menjadi perseteruan dua bangsa, tapi juga telah menjadi ajang proyeksi kekuatan negara-negara besar. Pada masa Perang Dingin, Uni Soviet mendukung India, sedangkan Amerika Serikat dan China mendukung Pakistan. Kini, ketika isu Kashmir kembali memanas, militer Pakistan seolah sedang memainkan skenario lama yang tak kunjung usai. Bahkan konflik ini dimanfaatkan oleh kekuatan asing seperti China untuk menguji coba alat utama sistem senjata (alutsista) mereka. Namun, semua ini mengaburkan pertanyaan mendasar: untuk siapa sebenarnya kekuatan militer Muslim ini digunakan?
Militer Pakistan dikenal sebagai salah satu kekuatan militer Muslim terbesar di dunia. Dengan jumlah pasukan yang besar, perlengkapan militer yang modern, dan posisi strategis, semestinya kekuatan ini menjadi benteng umat Islam sedunia. Jika digunakan dengan benar, militer Pakistan bisa menjadi ujung tombak pembebasan Palestina yang telah dijajah Zionis selama lebih dari 75 tahun. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Mereka terseret kembali dalam konflik lokal yang menguras energi, darah, dan sumber daya, tanpa menyentuh jantung penderitaan umat: penjajahan di tanah suci Palestina.
Padahal, Allah Swt telah memerintahkan kaum Muslimin untuk berjihad membela saudara mereka yang tertindas. Dalam surah At-Taubah ayat 14, Allah berfirman:
“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah: 14)
Demikian pula dalam surah Al-Baqarah ayat 191:
“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusirmu, karena fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan…” (QS. Al-Baqarah: 191)
































































































