UPDATE

ISLAM
ISLAM

Fantasi Incest: Penyimpangan Akal di Era Kebebasan Seksual

GRUP jejaring sosial Facebook bernama ‘Fantasi Sedarah’ masih diusut Polda Metro Jaya. Desakan dari berbagai pihak pun bermunculan yang mendorong aparat kepolisian segera menangkap pelaku di balik grup tersebut.

Grup FB bernama ‘Fantasi Sedarah’ itu ramai dibicarakan di media sosial X hingga menjadi pembahasan di Instagram. Warganet membagikan tangkapan layar sejumlah isi percakapan grup tersebut yang mengarah ke inses atau seks sedarah.

Di tengah masifnya konten pornografi dan kebebasan berfantasi yang dibungkus atas nama “selera pribadi”, Indonesia dihebohkan oleh fenomena menjijikkan: *fantasi incest*. Bukan sekadar kasus satu-dua orang yang menyimpang, tetapi sudah muncul grup di media sosial dengan puluhan ribu anggota yang terang-terangan menyukai, membicarakan, bahkan membagikan konten berbau hubungan seksual sedarah.

Fantasi ini bukan hanya tanda penyakit akal, tetapi juga bukti nyata kerusakan sistemik akibat kebebasan tanpa batas yang ditanamkan oleh sistem sekuler-liberal. Di mana setiap individu merasa bebas mengekspresikan nafsunya tanpa memikirkan norma agama dan akhlak.

Dari Fantasi ke Aksi

Sebagian orang berdalih, “Ini hanya khayalan, bukan perbuatan sungguhan.” Tapi realitanya, fantasi menyimpang yang terus dipelihara akan mengarah pada tindakan nyata. Dari candaan kotor, menjadi keinginan; dari keinginan, menjadi tindakan. Tak sedikit kasus pelecehan seksual dalam keluarga yang diawali dari konsumsi konten dan imajinasi semacam ini.

Dan parahnya, platform seperti Facebook menjadi ruang aman bagi pelaku penyimpangan ini. Mereka bisa berkumpul, saling menguatkan, bahkan menciptakan komunitas tersendiri tanpa ada sensor atau pembatasan serius dari otoritas.

Sistem Rusak, Negara Abai

Kenapa bisa terjadi? Karena kita hidup di bawah sistem sekularisme, di mana agama dipisahkan dari kehidupan. Negara membiarkan industri pornografi tumbuh. Internet tanpa sensor. Media sosial bebas mempromosikan penyimpangan seksual. Bahkan sebagian orang membela dengan dalih “hak pribadi” dan “kebebasan berekspresi”.

Berita Lainnya:
Taubat dari Perilaku Tak Terpuji di Tengah Bencana

Padahal jelas, membiarkan penyimpangan seksual berkembang adalah ancaman serius bagi moral generasi dan struktur keluarga.

Islam Tegas Melarang Hubungan Sedarah

Allah dengan tegas melarang hubungan seksual dengan mahram. Dalam Surah An-Nisa ayat 23:

“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara ayahmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan..”
(QS. An-Nisa: 23)

Larangan ini bukan hanya soal menikah, tetapi juga berlaku atas segala bentuk hasrat dan khayalan seksual terhadap keluarga dekat. Islam tidak memberikan ruang untuk melegalkan “hanya sekadar khayalan”.

Hadits: Zina dan Penyimpangan dalam Keluarga Itu Menghancurkan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya di antara perkara yang aku takutkan atas umatku adalah perbuatan kaum Luth, dan perzinahan dalam kerabat.”
(HR. Ahmad dan At-Thabrani)

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah sangat khawatir jika umatnya mengikuti penyimpangan syahwat seperti homoseksual dan incest, karena itu menandakan rusaknya fitrah dan moralitas manusia.

Meski kaum Nabi Luth terkenal karena homoseksual, intinya adalah memperturutkan hawa nafsu tanpa batas. Mereka rela meninggalkan hubungan yang halal demi mengejar fantasi menyimpang. Lihat bagaimana Allah mengecam mereka:

“Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk memuaskan nafsumu, bukan wanita? Sungguh, kamu adalah kaum yang melampaui batas!”
(QS. Al-A’raf: 81)

Begitulah jadinya ketika nafsu dikultuskan, bahkan hubungan sesama jenis atau sedarah pun dianggap normal. Padahal itu adalah tanda kehancuran peradaban.

Islam: Menjaga Nasab dan Akal

Dalam tujuan syariat Islam, dua poin penting adalah menjaga keturunan dan akal sehat.

Berita Lainnya:
Barzakh itu Indah

Fantasi incest menghancurkan keduanya sekaligus. Ia merusak nasab karena membuka peluang perzinahan dalam keluarga, dan merusak akal karena memelihara imajinasi yang menyimpang dari fitrah.

Butuh Solusi Sistemik: Terapkan Syariat, Bangun Khilafah

Penyimpangan semacam ini tak bisa diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau UU ITE. Kita butuh sistem yang menghentikan akar masalahnya: pornografi, kebebasan seksual, dan sistem pendidikan liberal.

Dalam Islam konten pornografi dihancurkan sejak akar. Fantasi menyimpang dikendalikan dengan akidah dan hukum. Pendidikan dibangun untuk membentuk akal dan akhlak. Negara tegas menjaga kehormatan keluarga dan masyarakat.

Semua ini hanya bisa diwujudkan dalam sistem Islam yang kaffah, yakni Khilafah, yang tidak mentoleransi penyimpangan tetapi membina manusia agar kembali pada fitrahnya.

Saatnya Umat Sadar dan Bergerak

Jangan anggap enteng fenomena ini. Jika dibiarkan, penyimpangan akan menjadi normalisasi, dan normalisasi akan menjadi budaya. Saatnya umat bersuara, menolak penyimpangan, dan kembali memperjuangkan kehidupan Islam yang menjaga martabat, keluarga, dan generasi.

💬 “Kalau setan saja malu melihat manusia, artinya manusia telah jatuh lebih rendah dari makhluk terlaknat.”

Penutup

Jika fantasi incest hari ini bisa disebar secara bebas, bahkan dirayakan dalam komunitas daring, maka ini bukan sekadar persoalan pribadi. Ini alarm keras bagi kita semua.

Di zaman ini, setan pun bisa cuti panjang. Karena manusia sudah berani melakukan hal-hal yang bahkan setan pun malu melakukannya.

Saatnya kita sadar, kebebasan tanpa batas bukanlah kemajuan, melainkan kehancuran. Dan hanya Islam yang bisa menjadi benteng sejati untuk akal, moral, dan generasi.

Wallahu’alam bish shawab.

image_print

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website