Kali ini AS salah perhitungan. AS berpikir bahwa umat Islam akan melupakan Kashmir, karena baik India maupun Pakistan tidak akan memiliki masalah di antara mereka, mengingat kedua rezim ini berjalan bersama kepentingan politik AS. AS lupa, atau pura-pura lupa, bahwa Kasmir tetap berada dalam hati umat Islam, dan akan kembali, Insya Allah.
Selama 4 hari tentara Pakistan menampilkan dirinya dan menunjukkan sisi kepahlawanan prajurit Muslim, sehingga menghancurkan wajah India di mata internasional. Juru bicara militer Pakistan Ahmed Sharif Chaudhry mengumumkan bahwa tentara mengebom 26 instalasi militer dan puluhan drone terbang di atas kota-kota besar India, termasuk ibu kota, New Delhi.
India kehilangan 5 pesawat tempur, termasuk 3 jet Rafale, 1 jet Su-30MKI, dan 1 jet MiG-29UPG ditambah korban jiwa 13 personel militer dan 21 warga sipil. Sebanyak 77 drone kamikaze Harop buatan Israel yang dioperasikan India juga dilaporkan ditembak jatuh oleh Pakistan selama konflik berlangsung. Selain itu, Pakistan mengeklaim telah menghancurkan satu baterai sistem pertahanan rudal S-400 India dalam serangan balasan. Namun, India menyangkal jika sistem pertahanan buatan Rusia itu telah dihancurkan oleh serangan Pakistan.
Semua realitas ini mendorong AS untuk segera mengakhiri pertempuran yang diciptakannya sendiri dengan mengubah narasi pertempuran sebatas negosiasi kebencian politik antara dua rezim yang setia kepadanya. Pada Sabtu 10/5/2025 Trump memposting pengumuman gencatan senjata penuh antara Pakistan dan India yang dimediasi oleh AS di platform Truth Social miliknya. Trump memuji kedua negara atas kembalinya akal sehat mereka dan kecerdasan mereka yang laur biasa.
Trump telah gagal kali ini meski berhasil mengelabui dunia dengan negosiasi. Hendaknya umat Islam dan rakyat Pakistan dapat belajar dari keadaan ini yaitu mengenai niat jahat politik dan negosiasi musuh Islam, baik kaum Hindu politeis di India, maupun Yahudi di Palestina. Negosiasi dengan musuh tidak akan menghasilkan apa pun, selain memberikan mereka ruang untuk mengumpulkan kekuatan dan menyerang kembali.
Dalam skala global, Pakistan telah menunjukkan kemampuannya menjaga kedaulatan negara, seharusnya kekuatan militer ini diberdayakan untuk melepaskan diri dari cengkraman AS sekaligus mengarahkan pandangannya untuk membebaskan Kashmir hingga Palestina yang masih terjajah.
Ahmad dan An-Nasa’i meriwayatkan dari Thauban, budak Rasulullah yang telah dibebaskan, yang berkata:
“Rasulullah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Ada dua kelompok dari umatku yang telah dikeluarkan Allah dari Api: kelompok yang akan menyerang India, dan kelompok yang akan bersama Isa, putra Maryam, semoga kedamaian atas mereka berdua”.






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…