Jadi Pakistan diarahkan untuk memerangi saudaranya sesama Muslim. Sedangkan India dapat bergerak bebas melawan China dan mengarahkan pasukannya ke perbatasan China, alih-alih mengerahkan mereka ke perbatasan Pakistan.
Adapun kali ini, Pertempuran Pakistan India terjadi sebagai respon penyerangan terhadap wisatawan di lembah Baisaran, Distrik Pahalgam, wilayah Jammu dan Kashmir pada tanggal 22 April 2025. India atas perintah AS menuduh serangan yang menewaskan 25 warga India dan 1 warga Nepal dilakukan oleh kelompok Jihadis Kashmir.
AS telah lama melihat gerakan jihad ini sebagai kekhawatiran bagi India, sehingga AS memprovokasi pertempuran melawan Pakistan sebagai pembenaran bagi serangan India terhadap akar gerakan-gerakan Jihadis Kashmir seraya melibatkan rezim Pakistan dalam serangan terhadap gerakan-gerakan tersebut di Pakistan.
Bukan kebetulan bahwa pada saat yang sama Wakil Presiden AS, J.D Vance berada di New Delhi, yang menunjukkan ada koordinasi antara AS dan India dalam perang ini. India segera menyalahkan Pakistan atas serangan 22 April 2025, hanya beberapa menit setelah serangan, sementara investigasi apapun belum dilakukan. Meski Pakistan menuntut investigasi internasional atas insiden tersebut, namun media India yang dengan cepat merujuk pada TRF, sayap Lashkar-e-Taiba (LET), meskipun kelompok itu menyangkal tanggung jawab atas serangan itu, namun semua bukti menunjukkan bahwa serangan itu adalah operasi yang direkayasa India.
Pada tanggal 23 April 2025, India mengumumkan penangguhan Perjanjian Perairan Indus 1960 sebagai bagian dari tindakan hukum kepada Pakistan. Sebagai tanggapan, Pakistan mengumumkan penangguhan Perjanjian Simla 1972 yang mengatur hubungan bilateral kedua negara. Selanjutnya, pada tanggal 7 Mei 2025, India mengumumkan operasi militer yang dijuluki sebagai “Operasi Sindhur”. Pakistan akhirnya merespon semua serangan tersebut.
Maka berlangsunglah pertempuran selama 4 hari, India gagal dalam serangan misilnya terhadap Pakistan pada tanggal 6 Mei 2025. Serangan itu tidak membatasi dirinya pada wilayah Kashmir Pakistan, tetapi juga menyerang target sipil dan masjid di provinsi Punjab.
Sementara Pakistan menahan diri dengan tidak menyerang target di dalam India, tetapi membatasi dirinya pada bentrokan perbatasan dan menjatuhkan pesawat India di perbatasan. Sedangkan India mencoba meringankan dampak serangan terhadap Pakistan, dengan mengatakan bahwa serangan itu tidak menyerang target tentara Pakistan dan hanya menyerang “teroris” seperti penulis kutip pada pemberitaan Al-Arabiya TV, Rabu (7/5/2025).































































































Beri Komentar