ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Sudah Cukup Bukti, SDR Desak Polri Tetapkan Budi Arie Tersangka Pengamanan Judi Online

Pada April 2024, setelah praktik penjagaan situs dihentikan di lantai 3 kantor Kominfo, Zulkarnaen dan Adhi menemui Budi Arie di rumah dinasnya, Widya Chandra. Mereka meminta izin untuk memindahkan praktik ke lantai 8, dan Budi Arie menyetujuinya.

Dalam pertemuan di sebuah kafe bernama Pergrams, disepakati pembagian keuntungan: 50 persen untuk Budi Arie, 30 persen untuk Zulkarnaen, dan 20 persen untuk Adhi.

Praktik ini kembali aktif pada Mei 2024. Terdakwa Muhjiran alias Agus menerima uang sebesar Rp48,75 miliar dari pengamanan sekitar 3.900 situs judi online. Pembagian dana tersebut menggunakan kode seperti “Bagi PM” (bagian Menteri), “CHF” (gabungan bagian untuk Zulkarnaen dan Menteri), serta “Bagi Kawanan” (untuk para terdakwa lainnya).

Menanggapi dakwaan tersebut, Budi Arie membantah keras keterlibatan dalam praktik pengamanan situs judi online. Ia menyebut tuduhan itu sebagai fitnah yang diorkestrasi pihak tertentu.

Berita Lainnya:
Terseret Kasus Pelecehan Sesama Jenis, Syekh Ahmad Al Misry: Pada Makan Bangkai Saudaranya!

“Inikan lagu lama kaset rusak. Kan pertama kali saya tahu saya cuma ketawa ngakak, makin enggak masuk akal nih fitnahnya, karena saya enggak tahu soal 50 persen itu,” ujar Budi Arie dalam sebuah siniar, Kamis (22/5/2025).

Ia balik menuding ada pihak yang menjual namanya dan menegaskan tidak pernah meminta atau ditawari bagian keuntungan.

“Saya enggak tahu bahwa saya ternyata punya. Kan bisa ditanya mereka, pernah gak mereka nawarin, pernah gak saya minta, pernah gak saya minta ‘eh mana punya saya 50 persen’? Tanya tuh mereka, pasti enggak, baik langsung maupun tidak langsung,” tegasnya.

Budi juga mengatakan saat diperiksa di Bareskrim Polri, tidak ada pertanyaan soal jatah 50 persen tersebut. “Enggak (presentase 50 persen), pernah menerima atau janji, saya bilang enggak pernah,” katanya.

Berita Lainnya:
Viral MBG Berisi Lele Mentah dan Masih Hidup, Politikus PDIP Tantang Pejabat BGN Ikut Mencicipi

Menurutnya, dakwaan tersebut adalah bagian dari framing Politik. “Mau mem-framing bahwa judi online ini gembongnya saya, padahal saya orang yang paling serius memberantas judi online. Inikan jadi tebalik-balik nih,” ucapnya.

Budi bahkan menyindir ketua umum partai politik yang tak menyebutkan namanya. “Dibanding ketua umum partai, ngomong judi online juga enggak, ngerti judi online enggak, gimana tuh. Ketum partai, kita nyebutnya partai mitra judol, jangan dibalik-balik,” katanya.

Polri Buka Peluang Periksa Lagi Budi Arie

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan, penyidik berpeluang memeriksa kembali Budi Arie terkait kasus ini.

“Yang jelas, pernah kita periksa (Budi Arie di Bareskrim). Tentunya, mungkin akan kita konfirmasi ulang kalau memang ada petunjuk (dari hakim),” ujar Sigit di STIK Polri, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

image_print
1 2 3
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya