BUKIT RATA – Poltekkes Kemenkes Aceh melalui Program Studi D3 Kebidanan Aceh Utara menyelenggarakan pelatihan Prenatal Yoga sebagai bagian dari penguatan keterampilan mahasiswa sekaligus dorongan kewirausahaan.
Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Peran Pendamping Ibu Hamil Melalui Pelatihan Prenatal Yoga” ini berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2025, di Kampus Bukit Rata. Sebanyak 20 mahasiswi ikut serta dalam pelatihan yang dipandu langsung oleh tim dosen kebidanan.
Pelatihan menghadirkan kombinasi sesi teori dan praktik yang dibawakan oleh tiga dosen kebidanan, yaitu Jasmiati, SST., M.Keb, Nurmila, SST., M.Kes, dan Rosyita, SST., MKM.
Para peserta dibekali pemahaman seputar gerakan dasar, teknik pernapasan, hingga manfaat prenatal yoga dalam mendukung kesehatan ibu hamil.
“Prenatal yoga menjadi kebutuhan penting dalam asuhan kehamilan karena berfokus pada kenyamanan ibu. Kami berharap keterampilan ini menjadi nilai tambah mahasiswa saat memasuki dunia kerja,” ujar Jasmiati, M.Keb, selaku ketua tim pelatihan.

Selain memberi bekal keterampilan klinis, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha.
Nurmila, M.Kes menegaskan, keterampilan seperti prenatal yoga berpotensi membuka peluang jasa mandiri di tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan kebutuhan nyata ibu hamil yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kebugaran selama masa kehamilan.
Rosyita, MKM menambahkan, antusiasme mahasiswa selama pelatihan menunjukkan kesadaran akan pentingnya menguasai keterampilan praktis yang relevan.
“Kami melihat semangat luar biasa dari peserta. Ini menandakan mereka sadar pentingnya menguasai keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan,” tuturnya.
Dengan berakhirnya rangkaian pelatihan, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan tambahan, tetapi juga kesiapan mental dan profesional untuk menghadapi dunia kerja yang kian kompetitif.
Penguasaan prenatal yoga dinilai memberi nilai lebih bagi lulusan, sebab selain relevan dengan praktik pelayanan kebidanan, keterampilan ini juga membuka ruang usaha mandiri yang bermanfaat bagi masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen Poltekkes Kemenkes Aceh dalam meningkatkan mutu pendidikan kebidanan.
Melalui pembekalan seperti ini, institusi berupaya memastikan lulusannya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, kemandirian, serta inovasi yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat lokal maupun global.
































































































PALING DIKOMENTARI
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Buni Yani: Gugatan Ijazah SMA…
KOMENTAR
Semoga tidak ada kaitannya dengan Bobby Nasution
Innalillahi wainna ilaihi raji'un.. semoga kehadiran negara dalam bencana bisa…
In sya Allah, tetap rakyat yang akan menanggung nya. Hahahaha...
Kita do'akan semoga kejaksaan bisa menangkap Buronan satu ini.
Hahaha. tingkat khayalan NASA merusak akal sehat umat manusia. NASA…