BANDA ACEH – Bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Sebelum diangkat menjadi Menkeu, Purbaya merupakan Ketua Dewan Komisioner LPS selama lima tahun sejak 3 September 2020 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 58/M Tahun 2020.
Nama Purbaya sendiri tidaklah asing di pemerintahan. Lulusan S1 Teknik Elektro ITB tersebut pernah menjabat berbagai posisi di pemerintahan.
Berikut rekam jejak Purbaya!
- Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Mei 2018-September 2020)
- Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016 – Mei 2018)
- Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (November 2015-Juli 2016)
- Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (April 2015-September 2015)
- Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2010-2014)
- Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010-2014).
Selain itu, Purbaya yang memperoleh gelar Master of Science (MSc) dan gelar Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat (AS) ini juga tercatat masih menjadi Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking) yang lebih dikenal dengan “Pokja IV,” di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-sekarang), Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016-sekarang), dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015-sekarang).
Sebelum terjun di pemerintahan, Purbaya memulai karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989-1994), Senior Economist di Danareksa Research Institute (Oktober 2000-Juli 2005), Direktur Utama PT Danareksa Securities (April 2006-Oktober 2008), Chief Economist Danareksa Research Institute (Juli 2005-Maret 2013), dan Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (Maret 2013-April 2015).
Data Personal & Latar Pendidikan
-
Nama Lengkap: Purbaya Yudhi Sadewa
-
Tanggal & Tempat Lahir: 7 Juli 1964, Bogor, Jawa Barat
-
Pendidikan:
-
Sarjana (S.T.) di bidang Teknik Elektro — Institut Teknologi Bandung (ITB)
-
Master of Science (M.Sc.) dan Ph.D. di bidang Ilmu Ekonomi — Purdue University, AS
-
Karier Profesional
-
Awal karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994)
-
Berkarier di Danareksa:
-
Senior Economist, Danareksa Research Institute (2000–2005)
-
Chief Economist (2005–2013)
-
Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas (2006–2008)
-
Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (2013–2015)
-
Kiprah dalam Pemerintahan
-
Staf Khusus Bidang Ekonomi:
-
Menko Perekonomian (2010–2014)
-
Menko Polhukam (2015–2016)
-
Menko Maritim (2016–2018)
-
-
Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden (April–September 2015)
-
Staf Khusus Bidang Ekonomi, Menko Maritim (2016–2018) lalu Deputi Koordinasi Kedaulatan Maritim & Energi, Kemenko Maritim dan Investasi (2018–2020)
-
Komisaris, PT Inalum (Persero)/MIND ID sejak Januari 2017
-
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 3 September 2020 (Keputusan Presiden RI No. 58/M/2020)
Saat Ini: Menteri Keuangan RI
-
Pelantikan: 8 September 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto dalam reshuffle Kabinet Merah Putih
-
Menggantikan: Sri Mulyani Indrawati, yang dikenal sebagai menteri keuangan panjang berkiprah (bekerja di bawah tiga presiden dan pernah menjadi Managing Director Bank Dunia)
Pandangan & Respons Pasar
-
Ekonomi dan Pertumbuhan: Purbaya menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi hingga 8% “not impossible” dan berkomitmen mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk pemulihan cepat ekonomi nasional
-
Reaksi Analyst: Pasar menunjukkan kewaspadaan—IHSG sempat turun, rupiah sempat menguat, dan analis mengungkap kekhawatiran bahwa Purbaya mungkin lebih fleksibel terhadap tekanan Presiden, termasuk potensi pelonggaran aturan fiskal dan tekanan terhadap Bank Indonesia terkait kebijakan moneter.
Ringkasan Perjalanan Karier
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Pendidikan | Teknik Elektro (ITB), MSc & Ph.D. Ekonomi (Purdue) |
| Karier Awal | Engineering & Ekonomi di Schlumberger & Danareksa |
| Pemerintahan | Meniti dari staf khusus, deputi, hingga kepemimpinan LPS |
| Keuangan Nasional | Menteri Keuangan sejak 2025, menghadapi tantangan fiskal dan pertumbuhan |
Purbaya Yudhi Sadewa bukan sekadar teknokrat, melainkan sosok dengan pengalaman luas di sektor keuangan, riset, dan pemerintahan. Dengan latar akademik kuat dan peran strategis di berbagai institusi, pelantikannya sebagai Menteri Keuangan menjadi langkah signifikan dalam arah kebijakan ekonomi nasional. Harapan pasar kini tertuju pada arah kebijakan fiskal dan kemampuan Purbaya menyinergikan peran sektor publik dan swasta demi pertumbuhan yang berkelanjutan — termasuk target ambisius seperti 8% pertumbuhan ekonomi.
































































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler