Tapi bagaimanapun pencapaian ini harus disyukuri oleh siapapun, termasuk Hamas. Sebab pengakuan ini tetap menjadi pukulan diplomatik yang menyakitkan bagi Israel. Citra Israel di dunia internasional jelas menurun, sebab jika Palestina diakui merdeka, berarti semua tindakan Israel dianggap melanggar kedaulatan negara lain. Ruang gerak Israel secara diplomatik menjadi terbatas.
Nabi Muhammad saw sangat menghargai hasil diplomatik, dan Al-Qur’an mengajarkan itu. Saat legalitas diplomatik umat Islam diakui oleh kaum Quraisy melalui perjanjian Hudaibiyah, Al-Qur’an menyebutnya dengan kata kemenangan gemilang atau fathan mubina. Lihat asbabun nuzul surat al-Fath.
Jihad memang amal yang ajaib. Buahnya tak terduga. Ketika Allah perintahkan untuk melawan kaum kafir dengan jihad, sikap mukmin sudah jelas: Laksanakan saja perintah itu, tidak usah banyak berpikir bagaimana nanti kalau begini atau kalau begitu. Biarlah Allah yang akan memberikan hasilnya satu demi satu. Fokus kita hanya melaksanakannya dengan ikhlas karena Allah, penuh keberanian, tawakkal dan sabar atas semua derita yang timbul.
Kita hidup di zaman ketika mekanisme penghancurak kaum kafir tak lagi menggunakan keajaiban alam, seperti penenggelaman Firaun di laut atau pengiriman burung Ababil untuk pasukan Abrahah. Tapi sebab penghancuran itu lebih mengandalkan tangan para loyalis-Nya. Ini berlaku sejak era Nabi Muhammad saw. Lihat QS. At-Taubah: 19.
Allah memerlukan sarana untuk menghukum kaum kafir dan zalim. Jihad merupakan sarana yang Allah tetapkan. Ketika para loalis-Nya sudah menjadi relawan untuk berjibaku melawan kaum kafir, maka Allah punya sarana untuk menghukum kaum kafir dan zalim. Hasilnya pelan-pelan Allah cicil. Dan itulah yang kita saksikan pada drama perang brutal antara kaum kafir dan zalim yang diperankan Israel melawan para loyalis-Nya yang diperankan Hamas dan faksi-faksi jihad lain di Gaza.
Memang paket pengakuan itu mencantumkan klausul pelucutan senjata bagi Hamas. Tapi selagi perang masih berkecamuk, klausul itu hanya tulisan di atas kertas. Tidak memberi dampak serius bagi Hamas. Sebaliknya pengakuan kemerdekaan Palestina langsung memberi dampak negatif buat Israel pada percaturan global, meski perang masih berlangsung. Inilah mengapa pengakuan tersebut tetap harus disyukuri, meski Hamas tidak mendapat barokah langsung darinya, tapi malah terancam dilucuti.
Semua drama yang kita saksikan mempertegas teori bahwa Allah sebaik-baik “sutradara konspirasi” – wa makaru wa makarallahu wallahu khairul makirin (QS. Ali Imran: 54). Allah bisa “berkonspirasi” dengan menggerakkan hati pemimpin Inggris, Perancis, Kanada, Portugal dan Australia untuk memberikan pengakuan kemerdekaan Palestina, hal yang membuat marah Israel.






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…