ISLAM
ISLAM

Fenomena Job Hugging: Cermin Gagalnya Kapitalisme Global dan Urgensi Solusi Islam

Teladan Sejarah Islam

Sejarah mencatat, sistem Islam mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, negara aktif mengelola tanah pertanian dan memastikan setiap rakyat mendapat akses pangan dan pekerjaan. Umar bahkan melarang tanah produktif dibiarkan terbengkalai.

Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717–720 M), distribusi kekayaan dan pengelolaan sumber daya dilakukan secara adil.

Catatan sejarawan Al-Tabari menyebutkan, pada masanya hampir tidak ditemukan orang miskin yang mau menerima zakat, karena semua kebutuhan masyarakat sudah tercukupi.

Ini bukti historis bahwa ketika Islam diterapkan sebagai sistem, pekerjaan dan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan tanpa bergantung pada mekanisme pasar bebas.

Perspektif Al-Qur’an

Al-Qur’an menekankan pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan dan memastikan keadilan ekonomi. Allah SWT berfirman:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Mâidah: 2)

Menyediakan pekerjaan bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan bagian dari amanah ketakwaan. Negara yang abai terhadap kebutuhan rakyatnya, termasuk hak untuk bekerja, sejatinya telah melakukan kedzaliman sistemik.

Meninjau Kembali Paradigma

Fenomena job hugging menjadi alarm keras bahwa problem ketenagakerjaan tidak bisa hanya diselesaikan dengan solusi teknis seperti pelatihan kerja, insentif wirausaha, atau program lowongan. Akar masalahnya ada pada paradigma sistemik kapitalisme, yang menjadikan rakyat sekadar roda ekonomi, hanya dihargai sejauh memberi keuntungan bagi pemilik modal.

Islam menawarkan jalan keluar yang komprehensif. Bukan sekadar membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan distribusi kekayaan yang adil, pengelolaan SDA untuk rakyat, pembangunan industri mandiri, hingga pendidikan berbasis iman. Dalam Islam, manusia tidak dipandang sekadar faktor produksi, melainkan hamba Allah yang wajib dipenuhi kebutuhan dasarnya.

Saatnya Beralih dari Kapitalisme

Fenomena job hugging hanyalah satu dari sekian banyak masalah yang timbul akibat kapitalisme global. Sistem ini telah gagal menyejahterakan rakyat dan membuat generasi muda kehilangan semangat bekerja.

Islam memberi tawaran solusi yang menyeluruh—negara sebagai penanggung jawab, SDA sebagai milik umum, industrialisasi mandiri, distribusi tanah, hingga pendidikan berbasis iman. Dengan paradigma ini, pekerjaan tidak hanya tersedia, tetapi juga bermakna sebagai bagian dari ibadah.

Krisis ini seharusnya membuka mata kita bahwa solusi sejati tidak bisa diharapkan dari kapitalisme. Saatnya umat kembali pada Islam sebagai sistem hidup, termasuk dalam urusan pekerjaan dan kesejahteraan. Karena sejatinya, bekerja bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi sebagai pengabdian kepada Allah SWT.

Wallahu’alam bish shawab.

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website