ADVERTISMENT
ACEH
ACEH

Sidak Serentak di Hari yang Sama: Illiza Hadirkan Solusi, Syech Muharram Tegakkan Aturan

BANDA ACEH – Dalam waktu hampir bersamaan, dua kepala daerah di Aceh menunjukkan perhatian serius terhadap pelayanan kesehatan di wilayahnya.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram, sama-sama turun langsung ke lapangan pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Namun, keduanya menampilkan dua pendekatan yang berbeda dalam membenahi disiplin dan pelayanan tenaga kesehatan.

Illiza Respons Cepat dan Solutif

Langkah Illiza dimulai dari aduan warga. Menerima laporan bahwa Pustu Pango Raya sering tutup saat jam kerja dan kekurangan obat, ia langsung melakukan inspeksi mendadak pagi hari.

Setibanya pukul 08.30 WIB, loket pelayanan masih terkunci, tanpa satu pun tenaga medis terlihat.

Tanpa banyak bicara, Illiza sendiri membuka pintu pelayanan.

“Saya dipilih oleh masyarakat. Kota ini milik masyarakat. Maka tugas saya memastikan pelayanan dasar bisa diakses dengan baik,” tegasnya.

Berita Lainnya:
Bupati Aceh Besar Minta Pelayanan Publik Optimal hingga Tingkat Kecamatan

Alih-alih hanya memberi peringatan, Illiza memilih pendekatan solutif dan empatik.

Ia menelusuri akar masalah hingga ke Puskesmas Ulee Kareng dan mendapati bahwa petugas penanggung jawab Pustu ternyata sudah lanjut usia dan sering sakit.

Tak butuh waktu lama, Illiza langsung menginstruksikan penambahan tenaga kesehatan baru dari PPPK, serta memastikan stok obat tersedia dan jadwal operasional dijalankan secara konsisten.

Pendekatan Illiza mencerminkan kepemimpinan responsif dan berorientasi solusi, menitikberatkan pada keberlanjutan pelayanan publik ketimbang hukuman semata.

Syech Muharram Tegas dan Disiplin

Sementara itu di Aceh Besar, Syech Muharram juga melakukan peninjauan ke Puskesmas Baitussalam. Ia menyoroti kedisiplinan tenaga kesehatan dan menegaskan tak akan mentolerir nakes yang jarang masuk kantor.

“Kapus lapor ke saya jika ada nakes nakal. Akan saya pindahkan ke Pulo Aceh atau Leupung,” ujarnya tegas.

Berita Lainnya:
Tinjau Posyan Ops Ketupat Seulawah, Kapolda Aceh Ingatkan Pemudik Tidak Terburu-buru di Jalan

Muharram menegaskan, tenaga kesehatan yang tidak disiplin akan langsung dipindahkan ke wilayah terpencil, sebagai bentuk sanksi dan penegakan aturan.

Ia juga mengingatkan kepala puskesmas untuk tidak melindungi staf yang bolos, bahkan menyinggung soal etika bekerja dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat.

Pendekatan Muharram jelas menunjukkan ketegasan dan semangat penegakan disiplin, meski cenderung bernuansa represif dan berorientasi hukuman.

Dua Gaya, Satu Tujuan

Kedua pemimpin menunjukkan kepedulian terhadap sektor kesehatan. Namun, Illiza lebih menonjol dalam sisi humanis dan solutif, sedangkan Syech Muharram tampil dengan gaya instruktif dan disiplin keras.

Jika Muharram menekankan penertiban personel, Illiza menitikberatkan pada perbaikan sistem pelayanan dan pemenuhan hak masyarakat.

Keduanya memang menegakkan tanggung jawab, tetapi Illiza tampak lebih dekat dengan aspirasi warga, mengedepankan dialog dan solusi berkelanjutan bagi pelayanan publik di tingkat dasar.

image_print
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya